Suarapantura.com - RSUD Batang terus melakukan inovasi pelayanan di bawah kepemimpinan Direktur RSUD Batang, dr Any Rusydiani M.Kes. Salah satu langkah terbaru yang dilakukan yakni membentuk agen perubahan sebagai role model pelayanan prima sekaligus penguatan zona integritas di lingkungan rumah sakit.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong budaya kerja yang profesional serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien.
dr Any Rusydiani mengatakan, keberadaan agen perubahan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang bebas dari gratifikasi, korupsi, dan nepotisme.
“Agen perubahan itu kita harapkan bisa memberikan contoh dan membawa perubahan di lingkungan rumah sakit, terutama di unit masing-masing. Harapannya bisa memberikan dampak positif kepada pelanggan kita, baik pasien maupun keluarga pasien,” ujarnya.
Sebanyak enam pegawai ditunjuk sebagai agen perubahan yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan. Mereka dipilih karena dinilai memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu menjadi teladan dalam pelayanan.
Keenam agen perubahan tersebut ditempatkan di sejumlah unit strategis seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), Customer Service Officer (CSO), rawat inap, hingga rawat jalan.
Sebagai identitas khusus, para agen perubahan mengenakan selempang yang menandakan peran mereka di lingkungan rumah sakit.
“Mereka menjadi contoh bagi teman-temannya bagaimana berinteraksi dengan pasien dan keluarga pasien, mulai dari komunikasi, bahasa tubuh, hingga cara memberikan pelayanan sesuai aturan,” jelasnya.
Sebelum menjalankan tugas, para agen perubahan terlebih dahulu mengikuti pelatihan service excellent. Pelatihan itu mencakup teknik komunikasi efektif, senyum, salam, sapa, hingga penggunaan bahasa tubuh yang tepat saat melayani pasien.
Pelayanan prima yang diterapkan tidak hanya menyasar pasien dan keluarga pasien sebagai pelanggan eksternal, tetapi juga pelanggan internal seperti sesama pegawai serta mitra kerja rumah sakit.
Menurut dr Any, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis semata, tetapi juga menyangkut aspek psikologis pasien agar merasa nyaman selama menjalani perawatan.
“Pasien harus merasa nyaman dan diperhatikan. Menghadapi orang sakit itu tidak hanya servis fisik, tetapi juga pelayanan psikologi. RSUD Batang menjadikan aspek psikologis sebagai bagian dari bentuk pelayanan untuk mendukung kesembuhan pasien,” tegasnya.
Ke depan, RSUD Batang akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas program agen perubahan tersebut sebelum memperluas penempatan agen di unit layanan lainnya.
Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun budaya kerja yang lebih baik serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Batang.