Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ancaman Pantura: Tanggul Raksasa Tak Cukup

Isabella Aluna Zahira••1 views
Jateng Pantura

Kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) menghadapi tekanan lingkungan yang semakin kompleks. Masalah seperti banjir rob, penurunan muka tanah, dan perubahan iklim menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap kerusakan jangka panjang.

Menurut pandangan otoritas lingkungan, kondisi tersebut tidak bisa hanya diselesaikan dengan pembangunan infrastruktur fisik berskala besar.

Tanggul Raksasa Bukan Solusi Tunggal

Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall tidak dapat menjadi satu-satunya jawaban atas persoalan Pantura.

Kredit Fiktif Bikin Negara Tekor Rp4,5 Miliar, Mantri Bank BUMN di Banjarnegara Ditahan
Baca Juga · Jateng Pantura
Kredit Fiktif Bikin Negara Tekor Rp4,5 Miliar, Mantri Bank BUMN di Banjarnegara Ditahan

Alasan pendekatan tunggal tidak cukup

Beberapa faktor yang membuat solusi ini terbatas antara lain:

  • Penurunan tanah masih terus terjadi di banyak titik Pantura

  • Perubahan iklim meningkatkan tinggi muka air laut

  • Kerusakan ekosistem pesisir belum tertangani

  • Tekanan aktivitas manusia di wilayah pesisir masih tinggi

Dengan kondisi tersebut, tanggul hanya berfungsi sebagai perlindungan fisik, bukan penyelesaian akar masalah.

Paripurna Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Tetap Digelar Meski Hanya 15 Anggota DPRD Pekalongan Hadir
Baca Juga · Jateng Pantura
Paripurna Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Tetap Digelar Meski Hanya 15 Anggota DPRD Pekalongan Hadir

Pendekatan Terpadu Jadi Kebutuhan Mendesak

Pemerintah dan pakar lingkungan menekankan perlunya strategi adaptasi yang lebih menyeluruh, tidak hanya mengandalkan infrastruktur keras.

Komponen solusi yang disarankan

  • Rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir

  • Pengendalian eksploitasi air tanah untuk menekan amblesan tanah

  • Penataan ulang tata ruang wilayah pesisir

  • Penguatan sistem drainase dan pengelolaan air

  • Perlindungan kawasan rawan berbasis risiko iklim

Pendekatan berbasis ekosistem dianggap lebih berkelanjutan karena membantu memulihkan fungsi alami pesisir sekaligus meredam dampak perubahan iklim.

Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Ponorogo Ditahan, Diduga Korupsi Tunjangan Perumahan Rp3,6 Miliar
Baca Juga · Jateng Pantura
Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Ponorogo Ditahan, Diduga Korupsi Tunjangan Perumahan Rp3,6 Miliar

Risiko Jika Tidak Ada Penanganan Menyeluruh

Jika penanganan hanya berfokus pada pembangunan tanggul, sejumlah risiko tetap mengancam Pantura, seperti:

  • Banjir rob yang semakin sering terjadi

  • Kerusakan infrastruktur permukiman dan industri

  • Penurunan kualitas lingkungan pesisir

  • Potensi relokasi besar-besaran penduduk pesisir

Kesimpulan

Pandangan Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan bahwa ancaman di Pantura bersifat multidimensi. Oleh karena itu, tanggul raksasa tidak bisa berdiri sendiri sebagai solusi.

Diperlukan kombinasi antara perlindungan fisik, pemulihan ekosistem, dan kebijakan tata ruang yang lebih ketat agar kawasan Pantura tetap berkelanjutan.

Tags:
#ancaman Pantura#tanggul raksasa#banjir rob Pantura
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…