Suarapantura.com - Langkah kontingen Indonesia pada hari pertama Denmark Open 2026 berakhir tanpa kemenangan. Enam wakil Merah Putih yang tampil pada Selasa (13/10/2026) di Odense, Denmark, semuanya gagal melaju ke babak 16 besar, lima di antaranya kalah di lapangan dan satu pasangan mundur sebelum bertanding.
Kekalahan terakhir datang dari ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Tampil pada partai penutup, mereka takluk dari pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 17-21. Hasil itu menutup rangkaian hari pertama yang sulit bagi Indonesia.
Pada sektor ganda putra, Indonesia juga kehilangan pasangan unggulan ketujuh, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Mereka kalah lewat tiga gim dari pasangan Jepang, Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita, dengan skor 18-21, 21-19, dan 10-21. Sementara itu, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi menyerah dari pasangan China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, dengan skor 14-21 dan 20-22.
Di sektor ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sempat membuka laga dengan meyakinkan. Mereka merebut gim pertama dengan skor 21-9 atas pasangan Amerika Serikat, Lauren Lam/Allison Quynh Lee. Namun, lawan bangkit pada dua gim berikutnya dan membalikkan keadaan dengan skor 20-22 dan 14-21, sehingga pasangan Indonesia harus menghentikan langkahnya.
Pada sektor tunggal putra, Moh Zaki Ubaidillah juga belum mampu melangkah lebih jauh. Ia kalah dua gim langsung dari wakil Kanada, Victor Lai, dengan skor 8-21 dan 18-21. Ubaidillah sempat memberi perlawanan lebih ketat pada gim kedua, tetapi belum cukup untuk memaksakan gim penentuan.
Satu pasangan lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, tidak sempat bertanding. Pasangan peraih medali emas Asian Games itu mundur dari babak pertama karena Daniel mengalami keluhan pada sikunya setelah sesi latihan. Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menyampaikan bahwa tim sudah berupaya melakukan penanganan, tetapi tingkat nyeri yang dirasakan masih tinggi sehingga keikutsertaan mereka ditarik demi fokus pemulihan. Lawan mereka, Chen Bo Yang/Liu Yi dari China, pun melaju tanpa bertanding.
Dengan hasil tersebut, tidak ada wakil Indonesia yang lolos dari jadwal hari pertama. Perhatian kini beralih ke hari kedua, Rabu (14/10/2026), ketika delapan wakil Indonesia dijadwalkan tampil dan berpeluang memperbaiki catatan tim di turnamen level Super 750 tersebut.
Hasil hari pertama ini menjadi pengingat bahwa persaingan di turnamen papan atas dunia berlangsung ketat. Para pemain muda maupun yang sudah berpengalaman sama-sama dituntut tampil konsisten sejak gim pertama, terutama saat menghadapi lawan yang memiliki pertahanan rapat dan variasi serangan yang baik.
Sumber: Juara.net dan Topik.id.