Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tim Panahan Indonesia Bidik Dua Final di Asian Para Games 2026

M teguh•
Olah Raga

Foto: NPC Indonesia

Suarapantura.com - Tim para-panahan Indonesia memasang target tinggi pada Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Dari sembilan nomor yang diikuti, skuad Merah Putih membidik dua tiket final dengan harapan satu medali emas dapat dibawa pulang.

Dua peluang final itu bertumpu pada nomor perorangan compound putra melalui Ken Swagumilang serta nomor ganda recurve putra yang diperkuat pasangan Setiawan dan Kholidin. Target tersebut menjadi langkah maju dari edisi sebelumnya di Hangzhou, ketika para-panahan Indonesia meraih medali pertamanya berupa dua perunggu.

Persiapan tim mulai terlihat pada sesi latihan perdana di Okazaki Chuo Sogo Park, Kamis (15/10/2026). Asian Para Games 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026. Pelatih Rameez Ali Surya Negara menyebut persiapan berjalan lancar dan para atlet mampu beradaptasi dengan cepat.

Taisei Marukawa Dikabarkan Segera Jadi WNI, Timnas Indonesia Bisa Punya Pemain Baru dalam Dua Pekan
Baca Juga · Olah Raga
Taisei Marukawa Dikabarkan Segera Jadi WNI, Timnas Indonesia Bisa Punya Pemain Baru dalam Dua Pekan

Tantangan terbesar datang dari kondisi lapangan. Suhu pagi di Nagoya berkisar 16-20 derajat Celsius, jauh lebih dingin dibanding 25-27 derajat Celsius di Indonesia pada jam yang sama. Angin tipis yang sulit terlihat juga menggeser laju anak panah, terutama pada jarak sekitar tiga perempat lintasan.

Kholidin mengaku sudah datang lebih awal untuk beradaptasi dengan suhu dingin pagi hari, mengingat jadwal pertandingan bisa berlangsung pagi maupun siang. Ia menyebut persiapannya sudah seratus persen, baik secara teknik maupun fisik. Selain itu, ia menyesuaikan bidikan karena angin cenderung mengarah ke kanan dan sesekali datang dari depan.

Baca Juga · Olah Raga
Timnas U-15 Kalah 1-5 dari Prancis, Garuda Muda Lanjutkan Laga Klasifikasi Piala Dunia U-15

Pemegang harapan lainnya, Noviera Ross, menjalani debutnya di Asian Para Games. Ia mengaku sempat kaget dengan perubahan cuaca dari Solo yang panas menuju Nagoya yang dingin, bahkan sempat terserang flu ringan dan kurang tidur. Kondisi itu diatasi dengan istirahat, vitamin, air putih, dan pola makan yang dijaga.

Meski begitu, tim mendapat keuntungan dari jadwal perjalanan. Berbeda dengan kebiasaan bertanding sehari setelah tiba, skuad para-panahan kali ini memperoleh satu hari istirahat penuh setelah menempuh penerbangan carter menuju Jepang. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi sebelum latihan perdana.

Baca Juga · Olah Raga
Pekan 8 Super League Dibuka Dua Laga: Java United vs Bhayangkara, Persebaya vs Persijap

Dari sisi persaingan, pelatih menyebut India dan China sebagai lawan terberat. Kawasan Asia dinilai sebagai mini Paralimpiade karena sekitar 80 persen pemanah para terbaik dunia berasal dari benua ini. Kholidin menambahkan Thailand juga patut diwaspadai, sementara Noviera menyebut India dan Iran sebagai ancaman, termasuk para atlet China yang baru pertama kali akan dihadapinya.

Kholidin sendiri membawa misi pribadi. Setelah tampil pada ASEAN Para Games di Thailand dan Solo namun pulang tanpa medali dari Hangzhou, ia kini membidik emas di Nagoya. Mimpi jangka panjangnya adalah meraih emas Paralimpiade.

Dengan persiapan yang disebut sudah matang, tim para-panahan Indonesia optimistis mampu menembus dua final dan mengubah perunggu edisi lalu menjadi emas. Dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia diharapkan menjadi penyemangat tambahan bagi para atlet di Nagoya.

Sumber: detiksport, Poskotaonline.

Tags:
#para panahan indonesia#asian para games 2026#nagoya#ken swagumilang#kholidin
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…