Suarapantura.com - Kevin Diks mengaku menyimpan keinginan untuk bermain dalam satu klub dengan Jay Idzes. Keinginan itu muncul setelah keduanya bahu-membahu mengawal lini belakang Timnas Indonesia dalam beberapa agenda terakhir.
Diks saat ini berkarier bersama Borussia Monchengladbach di Bundesliga Jerman, sedangkan Idzes membela Sassuolo di Serie A Italia. Keduanya sama-sama berstatus pemain penting di klub masing-masing, sehingga menyatukan mereka dalam satu tim bukan perkara sederhana.
Menurut laporan yang beredar pada Kamis, 15 Oktober 2026, Diks menyebut dirinya dan Idzes sempat membahas kemungkinan tersebut pada tahun lalu. Pembicaraan itu disebut masih sebatas harapan, bukan negosiasi resmi antarklub.
Kendala terbesar terletak pada nilai pasar. Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip sejumlah media, nilai pasar Diks diperkirakan sekitar 5 juta euro, sementara Idzes mencapai sekitar 14 juta euro. Jika dijumlahkan, angka itu mendekati 19 juta euro, belum termasuk gaji, biaya negosiasi, dan kesesuaian kebutuhan taktis tim peminat.
Artinya, klub yang ingin menduetkan keduanya tidak hanya perlu menyiapkan dana besar, tetapi juga harus meyakinkan dua klub berbeda sekaligus. Setiap klub tentu memiliki perhitungan sendiri soal melepas pemain inti di tengah musim kompetisi Eropa.
Di Timnas Indonesia, kerja sama Diks dan Idzes sudah teruji. Idzes merupakan kapten utama skuad Garuda, sedangkan Diks sempat mengambil alih ban kapten ketika Idzes absen karena cedera. Salah satu momen itu terjadi saat Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Kedekatan keduanya di dalam dan luar lapangan membuat banyak pendukung berharap duet tersebut bisa berlanjut di level klub. Di tim nasional, mereka dikenal saling melengkapi dalam menjaga pertahanan dan membangun serangan dari belakang.
Terlepas dari harapan soal satu klub, Diks juga menyampaikan pandangan yang lebih luas. Ia berharap semakin banyak pemain Indonesia mendapat kesempatan bersaing di Bundesliga. Menurutnya, talenta dari Tanah Air memiliki kualitas yang layak diperhitungkan di kompetisi Eropa.
Harapan itu bukan tanpa alasan. Kehadiran pemain Indonesia di liga-liga utama Eropa dalam beberapa musim terakhir dinilai membuka jalan bagi generasi berikutnya. Setiap penampilan yang konsisten di level tersebut dapat mengubah cara klub Eropa memandang pemain asal Indonesia.
Untuk saat ini, belum ada kabar mengenai tawaran resmi atau pembicaraan formal yang mengarah pada kepindahan salah satu dari keduanya. Keinginan Diks masih berstatus harapan pribadi, bukan rencana transfer yang sudah berjalan.
Publik pun diminta menyikapi kabar ini secara proporsional. Selama belum ada pernyataan resmi dari klub maupun pemain yang bersangkutan mengenai langkah konkret, duet Diks-Idzes di satu klub Eropa tetap menjadi wacana yang menarik untuk diikuti, bukan kesepakatan yang sudah terjadi.
Sumber: Bola.com, VIVA.co.id, Liputan6.com, Terkini24.com.