Suarapantura.com - Persib Bandung harus membayar denda sebesar Rp50 juta setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menilai pemainnya, Luka Menalo, melakukan tindakan tidak terpuji saat laga tandang melawan Persijap Jepara. Sanksi tersebut dijatuhkan dalam sidang Komdis PSSI pada 25 September 2026 dan diumumkan bersama hasil sidang lainnya.
Dalam rilis yang diterbitkan PSSI, Komdis mencatat dua perbuatan yang menjadi dasar hukuman. Pertama, Menalo menendang papan iklan LED hingga rusak ketika pertandingan masih berlangsung. Kedua, setelah pertandingan berakhir, ia merusak kaca pintu ruang ganti hingga pecah. Kedua perbuatan itu dinilai melanggar Kode Disiplin PSSI 2025.
Laga yang dimaksud berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada 20 September 2026. Pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 itu, Persib bertandang ke markas Persijap dan pulang dengan kemenangan 2-1. Menalo sendiri tidak bermain sejak menit awal. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 menggantikan Mariano Peralta.
Keputusan terhadap Persib merupakan bagian dari daftar lengkap hasil sidang Komdis PSSI pada 23, 24, 25 September 2026 serta 1, 7, dan 8 Oktober 2026 yang dirilis PSSI. Dalam daftar tersebut, perkara Persib tercatat sebagai salah satu keputusan yang diambil pada sidang 25 September 2026.
Komdis menegaskan klub bertanggung jawab atas perilaku pemainnya di dalam maupun di luar lapangan selama pertandingan. Karena itu, denda dijatuhkan kepada Persib, bukan hanya kepada pemain yang bersangkutan. Besaran denda ditetapkan Rp50.000.000.
Bagi Persib, sanksi ini menjadi pengingat bahwa emosi di lapangan bisa berdampak langsung pada keuangan klub. Kerusakan fasilitas stadion, sekecil apa pun bentuknya, dapat berujung pada hukuman disiplin. Klub-klub peserta kompetisi diharapkan memastikan pemain dan ofisial menjaga sikap, terutama saat berada di kandang lawan.
Sanksi berupa denda tidak mengubah hasil pertandingan. Kemenangan Persib atas Persijap tetap tercatat, dan tidak ada pengurangan poin yang diumumkan dalam keputusan tersebut. Namun, catatan disiplin seperti ini dapat menjadi pertimbangan apabila pelanggaran serupa terulang di kemudian hari.
Hingga rilis Komdis dipublikasikan, tidak ada keterangan mengenai banding atas keputusan tersebut dalam daftar hasil sidang yang dirilis. Persib diharapkan dapat menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi internal agar insiden serupa tidak terulang pada laga-laga berikutnya.
Sumber: Bola.com dan BolaSport.