Suarapantura.com - Persiapan Borneo FC di AFC Challenge League 2026-2027 berubah mendadak setelah salah satu calon lawan di Grup D, One Taguig FC asal Filipina, dikabarkan mundur dari kompetisi. Kabar tersebut disampaikan Borneo FC pada Jumat (16/10/2026) dengan merujuk pada surat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Dalam keterangan yang dikutip dua media olahraga, Borneo FC menyebut surat AFC bernomor DSWJ/SMG/AB/KR/rk menyatakan wakil Filipina itu keluar dari kompetisi sehingga jadwal Grup D mengalami perubahan. Hingga laporan ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai alasan mundurnya One Taguig, baik dari klub maupun dari AFC.
Semula, Grup D dihuni empat klub, yakni Borneo FC sebagai tuan rumah, Tainan City FC dari Taiwan, Yangon United FC dari Myanmar, dan One Taguig FC. Dengan kabar terbaru tersebut, grup kini hanya menyisakan tiga klub. Borneo FC pun hanya akan menghadapi dua lawan pada fase penyisihan grup, bukan tiga lawan seperti rencana awal.
Fase grup digelar terpusat di Stadion Segiri, Samarinda, pada 18-24 Oktober 2026. Berdasarkan jadwal yang diberitakan, Borneo FC akan menghadapi Yangon United pada Minggu (18/10/2026) pukul 19.00 WIB, kemudian melawan Tainan City pada Rabu (21/10/2026) pukul 19.00 WIB. Dua tim teratas Grup D berhak melaju ke babak perempat final, sehingga setiap pertandingan menjadi penting bagi Pesut Etam.
Kabar mundurnya One Taguig terasa mengejutkan karena klub tersebut sudah berada di Indonesia untuk bersiap. One Taguig dilaporkan memilih Bali sebagai lokasi pemusatan latihan. Salah satu pemainnya, Andres Aldeguer, bahkan sempat menyaksikan langsung pertandingan Bali United melawan Persijap Jepara pada Sabtu (10/10/2026) dan mengaku terkejut melihat besarnya dukungan suporter di Indonesia.
Di sisi lain, SKOR.id mencatat latar belakang yang perlu dibaca secara hati-hati. One Taguig merupakan runner-up Liga Filipina 2025-2026, tetapi klub yang berdiri pada Februari 2024 itu dilaporkan tidak masuk daftar peserta Liga Sepak Bola Filipina musim 2026-2027. Klub tersebut juga dilaporkan mengalami persoalan finansial yang berkaitan dengan keikutsertaan di kompetisi domestik. Meski demikian, persoalan itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab mundurnya One Taguig dari kompetisi Asia karena belum ada pernyataan resmi yang menjelaskannya.
Bagi Borneo FC, berkurangnya jumlah lawan membuat margin kesalahan semakin kecil. Klub asal Samarinda itu tetap harus memaksimalkan dua pertandingan tersisa melawan Yangon United dan Tainan City demi menjaga peluang lolos. BolaSport menilai berkurangnya pertandingan juga dapat merugikan dari sisi perolehan poin koefisien Liga Indonesia, karena semakin sedikit laga yang dapat dimanfaatkan untuk menambah poin. Penilaian tersebut merupakan pandangan media, bukan pernyataan resmi AFC maupun Borneo FC.
Hingga kini, Borneo FC belum menyampaikan perubahan target secara resmi menyusul kabar tersebut. Publik masih menunggu kepastian jadwal terbaru dari AFC dan penyelenggara setempat, termasuk penyesuaian teknis pertandingan di Stadion Segiri.
Sumber: BolaSport dan SKOR.id.