Foto: Dok. NPC Indonesia via Kompas TV
Suarapantura.com - Tim para tenis meja Indonesia mengawali perjuangan pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan hasil positif. Dari tiga pertandingan pertama yang digelar pada Jumat, 16 Oktober 2026, skuad Merah Putih meraih dua kemenangan dan satu kekalahan.
Kemenangan pertama dipersembahkan Adyos Astan. Atlet senior tersebut turun pada nomor tunggal putra TT4-5 Grup F dan menundukkan Digam Chemjong dari Nepal tiga gim langsung, 11-1, 11-6, dan 11-3. Permainan agresif sejak awal membuat Adyos nyaris tanpa hambatan pada laga pembuka itu.
Kemenangan kedua datang dari sektor putri. Leli Marlina yang tampil pada nomor tunggal putri TT4-5 Grup F mengalahkan Saroung Sorn dari Kamboja dengan skor 3-0. Leli memenangi tiga gim dengan skor identik, 11-4, 11-4, dan 11-5, sekaligus menegaskan kesiapannya bersaing di level Asia.
Satu-satunya kekalahan Indonesia pada hari pertama dialami Sella Dwi Radayana. Turun pada nomor tunggal putri TT10 Grup A, Sella takluk 0-3 dari Shiau-Wen Tien asal Chinese Taipei dengan skor gim 6-11, 8-11, dan 7-11. Tien disebut sebagai peraih medali perunggu Paralimpiade Paris 2024 sehingga menjadi lawan berat bagi Sella.
Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, menilai hasil hari pertama sebagai modal awal yang baik, tetapi perjalanan masih panjang. Ia menyebut masih ada 51 pertandingan yang harus dijalani tim pada hari berikutnya, sehingga evaluasi tetap dilakukan, termasuk soal pemanasan sebelum bertanding. Target yang dipatok tim adalah empat medali perunggu.
Adyos sendiri mengaku puas dengan start yang diraihnya. Ia menilai persaingan di grupnya cukup merata dari sisi teknik maupun fisik sehingga kesiapan dan kebugaran menjadi penentu. Pada laga berikutnya di Grup F, Adyos masih harus menghadapi Chaiwut Wanchai dari Thailand dan Kosal Yoy dari Kamboja. Ia mengaku tidak dibebani target khusus dan hanya ingin tampil semaksimal mungkin.
Indonesia sendiri diperkuat sembilan atlet para tenis meja pada ajang ini, yakni Adyos Astan, Leli Marlina, Sella Dwi Radayana, Osrita Muslim, Yayang Gunaya, Komet Akbar, Hamida, Kusnanto, dan Barce Eynstend Layaba. Para atlet tersebut dijadwalkan terus bertanding pada hari-hari berikutnya untuk menjaga peluang meraih medali.
Asian Para Games 2026 digelar di Aichi-Nagoya, Jepang, dengan para tenis meja menjadi salah satu cabang yang lebih dulu memulai pertandingan bagi kontingen Indonesia. Dua kemenangan pada hari pertama menjadi penanda bahwa persiapan tim berjalan ke arah yang tepat.
Sumber: ANTARA dan Kompas TV.