Suarapantura.com - Bek muda Mathew Baker kembali menjadi sorotan setelah menceritakan alasan di balik keputusannya membela Timnas Indonesia ketimbang Australia. Kisah itu ia sampaikan dalam wawancara dengan media Australia yang diberitakan CNN Indonesia pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Baker lahir dan besar di Australia. Ayahnya berkebangsaan Australia, sementara ibunya berasal dari Jakarta dengan marga Sitorus. Meski tumbuh dalam sistem pembinaan sepak bola Australia dan kini berkarier di Melbourne City, ia memilih melanjutkan perjalanan internasionalnya bersama skuad Garuda.
Keputusan penting itu diambil Baker pada 2024, ketika ia mendapat tempat di Timnas Indonesia U-16. Pada Agustus tahun yang sama, ia menerima panggilan dari timnas Australia U-16. Baker menolak panggilan tersebut dan memilih bertahan bersama Indonesia. Keputusan itu menjadi titik balik dalam karier sepak bolanya.
Baker mengaku mencintai kedua negara yang membentuk identitasnya. Namun, saat mengenakan jersey Merah Putih, ia merasakan sesuatu yang berbeda. Menurutnya, pertandingan bersama Garuda memiliki dimensi emosional yang tidak ia temukan pada laga biasa.
"Saya memiliki identitas dari kedua belah pihak dan sangat, sangat mencintai kedua negara. Namun, ketika kami menghadapi Australia di lapangan, saya sangat ingin mengalahkan mereka," ujar Baker.
Perjalanan Baker bersama tim nasional terus menanjak. Pada 2026, ia mendapat kesempatan tampil di hadapan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Momen itu disebut memperkuat kepercayaan dirinya sekaligus membuka jalan bagi karier profesionalnya bersama Melbourne City.
Catatan sejarah kemudian ditorehkan Baker saat tampil membela Timnas Indonesia senior melawan Oman pada usia 17 tahun 23 hari. Penampilan tersebut menjadikannya pemain termuda yang pernah memperkuat skuad senior Garuda. Ia mengaku sempat gemetar dan sulit berpikir jernih saat pertama kali berjalan keluar dari lorong pemain, namun kegugupan itu berangsur hilang pada kesempatan berikutnya.
Bagi Baker, memperkuat Timnas Indonesia bukan sekadar pilihan karier. Ia menyebut keputusan itu sebagai panggilan hati, sekaligus bentuk keterikatan dengan darah dan identitas keluarganya dari pihak ibu.
Sumber: CNN Indonesia, Terkini24, VIV.