Suarapantura.com - Laga pekan kelima Super League 2026/2027 antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (17/10/2026) malam, ternoda kericuhan antarsuporter. Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Persita itu sempat tertunda karena insiden di tribune penonton.
Kericuhan pecah saat jeda babak pertama. Berdasarkan video yang beredar, kelompok suporter dari kedua kubu terlibat ketegangan hingga terjadi aksi saling lempar suar atau flare. Sejumlah penonton terlihat berlarian menjauh dari kerumunan, bahkan ada suporter yang turun dari tribune menuju area lapangan. Laga pun dihentikan sementara hingga situasi dinilai memungkinkan untuk dilanjutkan.
Kepolisian melaporkan adanya penonton yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengatakan jumlah korban masih didata, dan penanganan medis menjadi prioritas utama. Para korban luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Pelatih Persita, Carlos Pena, tidak menyembunyikan kekesalannya. Juru taktik asal Spanyol itu mengingatkan Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 yang menelan korban jiwa. Menurut dia, kejadian semacam itu tidak boleh terulang di sepak bola Indonesia. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi di pertandingan sepak bola, kata Pena kepada awak media.
Pena menegaskan sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang bisa dinikmati bersama keluarga, termasuk anak-anak, bukan ajang pertarungan. Ia berharap PSSI mengambil sikap tegas agar suporter bisa berdamai dan kejadian serupa dapat diberantas dari sepak bola Indonesia.
Di kubu lawan, pelatih Persija Shin Tae-yong mengaku kecewa karena kerusuhan mengganggu jalannya pertandingan dan konsentrasi pemainnya. Meski demikian, ia mengakui Persita bertarung lebih keras pada malam itu. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Persija musim ini, namun Macan Kemayoran masih memimpin klasemen dengan 12 poin dari lima laga.
Insiden di BIS menambah daftar persoalan keamanan suporter musim ini. Sebelumnya, PSSI sudah memberi peringatan keras usai penyerangan terhadap bus rombongan Persib Bandung U-18 dan bus Jakmania, dengan opsi sanksi bagi klub yang gagal mengendalikan suporternya, termasuk pengurangan poin. Kasus di Serang kini menjadi ujian berikutnya bagi ketegasan pengelola kompetisi dan klub.
Sumber: BolaSport, Detik, Skor.id