Suarapantura.com - Timnas Indonesia U-20 memasang target tinggi pada putaran final Piala Asia U-20 2027 di China. Skuad Garuda Nusantara tidak ingin sekadar meramaikan turnamen, melainkan membidik tiket semifinal yang sekaligus menjadi jalan menuju Piala Dunia U-20 2027.
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menegaskan ambisi tersebut saat ditemui di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (18/10/2026), sebagaimana dilaporkan Liga Olahraga. Menurut Nova, timnya harus berani bermimpi besar sekaligus bekerja keras agar target itu bisa diwujudkan di tengah persaingan yang jauh lebih ketat dibanding babak kualifikasi.
“Harapannya, sekali lagi, kita ingin tampil di Piala Dunia U-20. Walaupun beban itu cukup sulit, saya bilang di sepak bola tidak ada yang tidak mungkin,” kata Nova.
Format turnamen membuat semifinal menjadi batas yang sangat penting. Putaran final Piala Asia U-20 2027 dijadwalkan berlangsung di China pada 24 Maret hingga 10 April 2027 dan diikuti 16 tim. Hanya tim yang berhasil mencapai semifinal yang berhak memperoleh tiket ke Piala Dunia U-20 2027, yang rencananya digelar di Azerbaijan dan Uzbekistan.
Modal Garuda Nusantara terbilang meyakinkan. Pada kualifikasi Grup H di New Laos National Stadium, Vientiane, Laos, Indonesia keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, tanpa menelan kekalahan dan tanpa kebobolan satu gol pun.
Perjalanan kualifikasi diawali hasil imbang 0-0 melawan Malaysia. Setelah itu, Indonesia mengalahkan Laos 3-0 lewat gol Fabio dan dua gol Zahaby Gholy. Tiket putaran final kemudian dikunci melalui kemenangan 2-0 atas Australia, dengan gol pembuka Theodore Evan Leeming pada menit ke-28 dan gol penutup Amar Brkic pada menit ke-90+2.
Usai memastikan kelolosan, Timnas U-20 menjalani pemusatan latihan dan sejumlah pertandingan uji coba di China pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kesiapan pemain sebelum menghadapi tim-tim terbaik Asia pada putaran final.
Nova mengingatkan anak asuhnya agar tidak cepat puas dengan hasil kualifikasi. Menurutnya, keberhasilan di Laos baru menjadi modal awal, sedangkan putaran final menuntut konsistensi permainan, mentalitas yang lebih kuat, dan persiapan yang lebih matang.
Ia juga menyambut positif perkembangan tim nasional Indonesia di berbagai kelompok usia. Timnas senior dan timnas putri telah tampil di Piala Asia, sementara timnas U-17 diharapkan bisa menyusul. Kondisi itu dinilai menjadi tanda bahwa pembinaan pemain muda Indonesia berjalan ke arah yang tepat.
Kini, tantangan terbesar menanti di China. Jika mampu menjaga performa seperti pada kualifikasi dan terus berkembang selama persiapan, peluang Garuda Nusantara untuk menembus semifinal dan mendekati panggung Piala Dunia U-20 tetap terbuka.
Sumber: Liga Olahraga, Banyumas Ekspres, Hasanah.id.