Suarapantura.com - Judoka Junaedi menjaga asa Indonesia untuk meraih medali emas pertama di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 setelah melaju ke partai final para judo kelas J1 -70 kg putra. Junaedi tampil pada hari pertama perebutan medali, Senin (19/10/2026), di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, dan keberhasilannya sekaligus memastikan Indonesia minimal membawa pulang medali perak dari cabang tersebut.
Pada babak semifinal, Junaedi mengalahkan Kapil Parmar dari India lewat ippon dalam waktu 38 detik. Parmar merupakan peraih medali perunggu Paralimpiade Paris. Sebelumnya, pada babak perempat final, Junaedi juga menang cepat lewat ippon dalam 39 detik atas Ibrokhimjon Akbarov dari Uzbekistan. Dua kemenangan kilat tersebut hanya memakan waktu total 77 detik.
Junaedi tampil pada kelas baru setelah naik dari kelas -60 kg. Asian Para Games 2026 menjadi penampilan pertamanya di ajang tersebut pada kelas yang baru. Pada partai final, ia dijadwalkan menghadapi Zhu Shiwen dari China pada pukul 16.00 WIB. Junaedi berharap dapat meraih hasil berbeda dari pertemuan sebelumnya melawan lawan asal China pada kelas lama.
Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) melaporkan bahwa Indonesia mulai mengejar emas pertama dari sejumlah cabang olahraga yang memainkan partai final pada Senin. Selain para judo, cabang yang berpeluang menyumbang emas antara lain para menembak, para taekwondo, para balap sepeda, para angkat besi, para atletik, dan para renang.
Di cabang para menembak, Rohani tampil pada nomor R2 10 meter air rifle standing SH1 putri melalui babak kualifikasi menuju final. Pada para taekwondo, Ria Yulianto menghadapi wakil Mongolia, Surenjav Ulambayar, pada nomor K44 -52 kg putri, dengan peluang melaju ke semifinal dan final apabila menang.
Cabang para angkat besi memainkan laga final dengan empat wakil Indonesia, yakni Abdul Hadi pada nomor hingga 49 kg putra, Ni Nengah Widiasih pada nomor hingga 41 kg putri, Hilman pada nomor hingga 54 kg putra, dan M. Mabruf Arib Dzaki pada nomor hingga 59 kg putra. Sementara itu, para atletik menampilkan Rizal Bagus Saktyono pada final lempar lembing F46 putra dan Karisma Evi Tiarani pada nomor lompat jauh putri.
Asian Para Games 2026 merupakan edisi kelima ajang tersebut dan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ajang ini diikuti sekitar 2.700 atlet dari 45 negara yang memperebutkan 492 medali dari 18 cabang olahraga. Indonesia mengirim 103 atlet dengan target tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu serta finis di posisi 10 besar klasemen.
Perjuangan Junaedi di partai final menjadi salah satu sorotan utama kontingen Indonesia pada hari pertama perebutan medali. Hasil dari para judo dan cabang-cabang final lainnya akan menentukan seberapa cepat Indonesia membuka keran emas di Nagoya.
Sumber: ANTARA, ANI/Devdiscourse.