Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Dua Tahun Pemerintahan, Kemenpora Catat Prestasi Bersejarah Olahraga

M teguh•
Olah Raga

Foto: Bola.net

Suarapantura.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memaparkan capaian prestasi olahraga nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut sejumlah torehan bersejarah, mulai dari lima medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hingga deregulasi ratusan peraturan kementerian.

Dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (20/10/2026), Erick menilai capaian tersebut mencerminkan pembinaan yang terarah, sasaran terukur, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, federasi olahraga, dan dunia usaha. Ia menegaskan keberhasilan para atlet tidak boleh berhenti sebagai capaian sesaat.

"Prestasi ini menunjukkan bahwa ketika pembinaan dilakukan dengan fokus, target yang terukur, dan kolaborasi yang kuat, atlet kita mampu bersaing dan menciptakan sejarah. Kita tidak ingin keberhasilan hanya datang sesekali," ujar Erick.

Baca Juga · Olah Raga
Pekan 8 Super League Dibuka Dua Laga: Java United vs Bhayangkara, Persebaya vs Persijap

Di sektor olahraga, Indonesia mencatatkan sejumlah pencapaian besar. Tim nasional sepak bola Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Oktober 2026. Indonesia juga dipercaya sebagai tuan rumah ajang yang untuk pertama kalinya digelar itu.

Capaian berlanjut pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen Merah Putih membawa pulang lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu, melampaui target awal empat medali emas. Kelima emas tersebut berasal dari cabang olahraga prioritas yang juga dipertandingkan di Olimpiade, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Selain medali, para atlet Indonesia membukukan sembilan rekor dunia, Asia, dan Asian Games, antara lain melalui Rahmat Erwin Abdullah serta Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Aditya Tri Syahri dari panjat tebing.

Baca Juga · Olah Raga
Duel Sesama Indonesia di Hylo Open 2026, Amri/Nita Melaju ke Perempat Final Usai Kalahkan Dejan/Felisha

Cabang panahan menorehkan sejarah tersendiri melalui Nurisa Dian Ashrifah yang mempersembahkan medali emas pertama Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games. Kemenpora menilai hasil tersebut menjadi modal penting memperkuat pembinaan menuju Olimpiade 2028 dan SEA Games 2027.

"Prestasi harus dibangun melalui sistem yang konsisten, mulai dari pembibitan, pembinaan, hingga kompetisi internasional. Karena itu, capaian hari ini harus menjadi fondasi untuk prestasi yang lebih tinggi, termasuk menuju Olimpiade," kata Erick.

Baca Juga · Olah Raga
Timnas U-17 Indonesia Bekuk Malaysia 2-0 di Pahang, Modal Apik Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17

Di sisi tata kelola, Kemenpora melakukan deregulasi 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi empat Permenpora, dengan jumlah pasal dipangkas sekitar 60 persen dari 1.500 menjadi sekitar 600 pasal. Keempat regulasi itu mengatur pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan olahraga prestasi, dan industri olahraga.

Selain olahraga, Kemenpora juga menyiapkan transformasi kepemudaan menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028, melalui penyusunan cetak biru kepemudaan nasional dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang bertumpu pada tiga nilai utama: patriotik, gigih, dan empatik.

"Dua tahun ini adalah bagian dari perjalanan transformasi. Kita sudah melihat hasilnya, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Ukuran keberhasilan bukan hanya berapa medali yang kita menangkan hari ini, melainkan seberapa kuat sistem yang kita bangun," pungkas Erick.

Sumber: LensaHukum.co.id (melansir Detik Sport), Monitorday.com

Tags:
#erick thohir#kemenpora#asian games 2026#timnas indonesia#prabowo subianto#olahraga indonesia
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…