Suarapantura.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dilaporkan menggelar pertemuan darurat Komite Eksekutif (Exco) di Jepang pada Selasa (20/10/2026) untuk membahas kelanjutan Piala Asia 2027. Turnamen sepak bola terbesar di Asia tersebut terancam ditunda hingga 2028 akibat memanasnya situasi keamanan di Arab Saudi yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Kabar mengenai rapat darurat tersebut pertama kali diungkap jurnalis asal Iran, Hatam Shiralizadeh, melalui unggahan di media sosial. Sejumlah media kemudian melaporkan bahwa agenda utama pertemuan para petinggi AFC itu adalah menilai keselamatan penyelenggaraan turnamen di tengah konflik yang belum mereda di kawasan Timur Tengah.
Situasi keamanan Arab Saudi menjadi sorotan setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh berulang kali menjadi sasaran serangan yang diklaim kelompok Houthi dari Yaman pada 10 dan 11 Oktober lalu. Insiden itu dilaporkan sempat mengganggu operasional bandara hingga 18 Oktober. Sejumlah agenda olahraga di negara tersebut ikut terdampak, antara lain pertandingan Al Nassr di Liga Champions Asia yang tertunda, tiga laga domestik yang ditunda, ekshibisi tenis Six Kings Slam yang diundur ke akhir Desember, hingga WTA Finals yang dipindahkan ke Indian Wells.
Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa sebelumnya menyatakan federasi tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Dalam keterangannya kepada wartawan di sela pertemuan Dewan FIFA di Zurich, Swiss, Rabu (14/10/2026), ia menyebut AFC dapat menunggu hingga akhir November sebelum memutuskan nasib turnamen. Ia juga mengonfirmasi bahwa penundaan satu tahun, yakni ke 2028, menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan apabila situasi mengharuskannya.
Di sisi lain, Komite Penyelenggara Lokal (LOC) Arab Saudi menegaskan persiapan terus berjalan sesuai jadwal yang disetujui. Piala Asia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di tiga kota, yakni Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar, dengan diikuti 24 negara peserta. Timnas Indonesia telah memastikan satu tempat di putaran final dan tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Ketidakpastian jadwal ini berpotensi mengubah peta persiapan Skuad Garuda. Perombakan kalender turnamen akan berdampak pada program pemusatan latihan, agenda uji coba internasional, hingga perencanaan jangka panjang tim asuhan pelatih John Herdman. AFC sendiri masih menilai perkembangan situasi kawasan dari hari ke hari sebelum mengambil keputusan final.
Sumber: LigaOlahraga.com, iNews (RCTI+), Superball.id.