Suarapantura.com - Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses memetik tiga poin saat menjamu PSIM Yogyakarta pada lanjutan pekan keenam BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam WIB, The Guardians menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Moussa Sidibe.
Pertandingan berjalan ketat sejak peluit awal dibunyikan. PSIM yang datang tanpa pelatih kepala definitif justru tampil agresif dan sempat menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-16 lewat tembakan keras Ze Valente dari luar kotak penalti. Namun, kiper Bhayangkara Muhammad Fahri masih sigap menggagalkan upaya tersebut.
Petaka menghampiri Laskar Mataram pada pertengahan babak pertama. Ze Valente diganjar kartu merah oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras, sehingga PSIM harus bermain dengan 10 orang. Kehilangan satu pemain membuat keseimbangan taktik skuad asuhan caretaker Guntur Cahyo Utomo goyah dan memaksa mereka lebih banyak bertahan.
Meski unggul jumlah pemain, Bhayangkara kesulitan membongkar pertahanan rapat PSIM pada paruh pertama. Peluang terbaik tuan rumah hadir pada menit ke-36 lewat aksi Sidibe menyisir sisi kanan, tetapi tembakannya masih dimentahkan kiper Cahya Supriadi. Skor imbang tanpa gol menutup babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-59. Memaksimalkan umpan lambung Firza Andika dari sisi kiri, Sidibe menuntaskan peluang menjadi gol pembeda. Bhayangkara nyaris menggandakan keunggulan lewat Milan Ristovski, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini mengangkat Bhayangkara ke peringkat keempat klasemen sementara dengan raihan 10 poin sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka musim ini. Sebaliknya, PSIM kian terpuruk di posisi ke-17 dengan hanya satu poin dari enam pertandingan dan belum pernah meraih kemenangan.
Statistik laga memperlihatkan dominasi tuan rumah dengan penguasaan bola 71 persen berbanding 29 persen. Bhayangkara melepaskan 20 tembakan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang, sementara PSIM hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.
Bagi PSIM, hasil ini memperpanjang rentetan buruk setelah menelan lima kekalahan beruntun. Manajemen sebelumnya telah berpisah dengan pelatih Jean-Paul van Gastel, dan caretaker Guntur Cahyo Utomo kini dibebani tugas berat mengangkat mental bertanding tim agar segera keluar dari zona degradasi.
Sumber: AFU.id, Informasi.com, Aktualita.co