Suarapantura.com - Film dokumenter The Longest Wait mulai tayang di bioskop Indonesia pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Film ini mengangkat perjalanan Timnas Indonesia pada 2023-2025 dalam mengejar mimpi tampil di Piala Dunia.
Berdurasi 95 menit, dokumenter ini disutradarai Sam C. Webb dan Arief Soeliscane Affandi, dengan produksi yang melibatkan Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures. Ceritanya tidak hanya merangkum laga dan hasil pertandingan, melainkan juga merekam upaya membangun tim yang lebih tangguh di tengah besarnya harapan masyarakat.
Perjalanan tersebut disajikan melalui sudut pandang para pemain, staf pelatih, dan suporter. Kamera mengikuti kisah mereka di sejumlah tempat, antara lain Surabaya, Jakarta, Bandung, Jeddah, dan Belanda. Latar yang beragam itu memperlihatkan bahwa perjuangan tim tidak berlangsung hanya selama 90 menit di lapangan, melainkan juga dalam persiapan, tekanan, dan proses membangun kebersamaan.
Film ini memberi ruang bagi sisi manusiawi para pemain. Di balik seragam Merah Putih, mereka adalah individu dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda. Mereka menghadapi tuntutan untuk tampil baik, ekspektasi jutaan pendukung, serta tanggung jawab saat membawa lambang Garuda, sambil berusaha menjaga fokus pada tujuan bersama.
Dukungan suporter menjadi bagian penting dalam kisah film. Harapan publik yang terus menyertai Timnas digambarkan sebagai energi sekaligus beban yang harus dihadapi para pemain. Dari tribune hingga momen di luar pertandingan, hubungan antara tim dan pendukungnya memperlihatkan betapa sepak bola telah menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat.
Judul The Longest Wait merujuk pada penantian panjang Indonesia untuk kembali mendekati panggung Piala Dunia. Film ini menggambarkan perjalanan tersebut sebagai lebih dari sekadar upaya mengejar hasil pertandingan, melainkan juga cerita tentang perjuangan, persatuan, dan kepercayaan yang perlahan tumbuh kembali terhadap Timnas.
Perlu dicatat, perjalanan yang dikisahkan film ini berakhir pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan Timnas Indonesia belum berhasil melangkah ke putaran final. Meski demikian, perjalanan hingga babak tersebut tetap menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola nasional.
Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, mengajak suporter menonton film ini untuk memahami apa yang dirasakan pemain di balik laga yang disaksikan publik. Sementara itu, Executive Producer The Longest Wait, Sakti Parantea, menyebut waktu perilisan yang berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi hal istimewa, terutama bagi generasi muda.
Bagi penonton yang mengikuti perjalanan Garuda dalam beberapa tahun terakhir, The Longest Wait menawarkan gambaran tentang arti membela negara bagi para pemain serta makna dukungan bagi para suporter. Sumber: Topik.id, ANTARA, CNN Indonesia, RRI, dan trailer resmi Timnas Indonesia.