Suarapantura.com - Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) mengirim tiga atlet parkour untuk tampil pada Piala Dunia Parkour 2026 di Beijing, China. Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di kawasan Shougang Park, Beijing, dan menjadi seri penutup rangkaian Piala Dunia Parkour tahun ini.
Tiga atlet yang memperkuat Indonesia adalah Putra Waluya Nuryayi dan Doni Zaenal Ramdani yang turun pada nomor speed, serta Rezza Tirtamarhaenis Putra Fansa yang berlaga pada nomor freestyle. Selama kejuaraan, ketiganya didampingi pelatih Aldiansa Respati.
Nomor speed menuntut atlet melewati rangkaian rintangan secepat mungkin, sementara nomor freestyle menilai tingkat kesulitan, kreativitas, dan kualitas gerakan. Perbedaan karakter itu membuat setiap nomor membutuhkan persiapan teknik dan mental yang berbeda, meski sama-sama menuntut kecepatan, kekuatan, dan ketepatan gerak.
Berdasarkan jadwal yang diberitakan, babak kualifikasi freestyle putra digelar pada Jumat, 30 Oktober, dengan final pada Sabtu, 31 Oktober. Sementara itu, kualifikasi speed putra berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober, lalu dilanjutkan semifinal dan final pada Minggu, 1 November. Dengan jadwal tersebut, wakil Indonesia akan tampil sejak hari pertama hingga hari terakhir kejuaraan.
Keikutsertaan Indonesia merupakan bagian dari program pembinaan FGI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ita Yuliati. Federasi menilai pengalaman bertanding pada level dunia penting untuk meningkatkan kemampuan atlet parkour Indonesia dalam menghadapi persaingan internasional, sekaligus menjadi bekal untuk kejuaraan berikutnya.
Putra dan Rezza sebelumnya telah mencatat prestasi pada Indonesia Open Gymnastics 2024 di Jakarta. Pada ajang tersebut, Putra menjuarai nomor speed, sedangkan Rezza menjadi yang terbaik pada kategori freestyle open. Bagi Putra, Beijing bukan pengalaman internasional pertama, sebab ia pernah mewakili Indonesia pada Kejuaraan Dunia Parkour 2024 di Kitakyushu, Jepang, pada 15 hingga 17 November.
Saat itu, Indonesia hanya mengirim satu atlet. Kini, tiga atlet sekaligus mendapat kesempatan tampil pada ajang Piala Dunia, sebuah perkembangan yang menunjukkan semakin luasnya ruang bagi atlet parkour Indonesia untuk menguji kemampuan di panggung dunia.
Shougang Park sendiri merupakan kawasan yang pernah menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Kejuaraan ini juga tercatat dalam kalender resmi Federasi Gimnastik Internasional (FIG) atau World Gymnastics, sehingga hasilnya menjadi tolok ukur pembinaan atlet parkour nasional.
Sumber: ANTARA melalui KOMBI.ID dan Ujaran.co.