Suarapantura.com - Mantan peringkat satu dunia Kento Momota membuktikan dirinya belum habis. Pebulu tangkis Jepang berusia 32 tahun itu menjuarai tunggal putra Lin Dan Cup 2026 di Wuhan, Tiongkok, setelah memenangi final yang berjalan ketat atas wakil tuan rumah Wang Zhengxing pada Minggu, 1 November 2026.
Momota harus tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan. Ia kalah 13-15 pada gim pembuka, kemudian tampil dominan dengan merebut gim kedua 15-6, dan akhirnya menutup pertandingan lewat gim penentu yang sengit dengan skor 15-13. Kemenangan tersebut mengantarkannya meraih hadiah juara sebesar 200.000 yuan, atau sekitar 28.000 dolar Amerika Serikat.
Jalan Momota menuju gelar juara terbilang panjang. Ia memulai turnamen dari babak 64 besar dan melewati sejumlah pemain berpengalaman dari sirkuit domestik Tiongkok, termasuk Zhou Zeqi, Liu Zeqing, dan Chen Wenjie, sebelum menghadapi Wang di partai puncak. Wang sendiri bukan lawan sembarangan, karena ia merupakan mantan pemain tim nasional Tiongkok yang pernah mencapai final China Open 2025.
Final itu sendiri menyajikan drama hingga poin-poin terakhir. Wang sempat membuka keunggulan dengan merebut gim pertama yang berlangsung rapat. Momota merespons dengan permainan yang lebih agresif dan rapi pada gim kedua sehingga kedudukan menjadi imbang. Pada gim penentu, kedua pemain silih berganti memimpin dan tidak ada yang mampu menjauh dengan nyaman.
Momen kurang beruntung sempat dialami Wang pada fase krusial gim ketiga ketika senar raketnya putus. Ia mengganti raket dan melanjutkan pertandingan, tetapi insiden tersebut menambah tekanan di tengah duel yang sudah berjalan sangat ketat. Momota menjaga ketenangannya hingga akhirnya memastikan kemenangan 15-13 dan mengangkat trofi di Wuhan.
Gelar ini terasa istimewa karena menjadi turnamen pertama Momota sejak ia pensiun dari sirkuit internasional sekitar 30 bulan lalu. Juara dunia dua kali itu memutuskan kembali bertanding atas permintaan pribadi legenda Tiongkok Lin Dan, sosok yang namanya dipakai untuk turnamen tersebut. Momota sejatinya dijadwalkan tampil pada salah satu seri Lin Dan Cup pada Juli tahun lalu, tetapi batal karena harus menjalani operasi punggung.
Sejak mundur dari persaingan internasional pada 2024, Momota memang tidak lagi tampil reguler di BWF World Tour. Meski demikian, ia masih menunjukkan kualitas permainan yang pernah membawanya ke puncak dunia, termasuk kesabaran, kontrol lapangan, dan kemampuan membaca permainan lawan. Kemenangan di Wuhan menjadi bukti bahwa pengalaman dan ketenangan masih menjadi senjata utamanya.
Bagi Wang, posisi runner-up tetap menjadi hasil penting. Ia mampu menembus final turnamen yang mempertemukan mantan bintang internasional dan pemain-pemain kuat dari kompetisi domestik Tiongkok. Sementara bagi Momota, trofi Lin Dan Cup 2026 menjadi penanda manis dari sebuah comeback yang dinantikan banyak penggemar bulutangkis.
Sumber: LigaOlahraga, Badminton Planet.