Suarapantura.com - Kabar gembira datang dari Korea Open 2026. Dua wakil Indonesia, Alwi Farhan dan Mutiara Ayu Puspitasari, memastikan langkah ke babak 16 besar setelah memenangi pertandingan babak 32 besar yang digelar di Yeosu, Korea Selatan, pada Rabu (4/11/2026) pagi.
Alwi Farhan tampil dominan saat menghadapi wakil Jepang, Kenta Nishimoto. Tunggal putra Indonesia yang menjadi unggulan keempat turnamen tersebut menuntaskan laga dalam dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-11.
Sejak awal pertandingan, Alwi langsung mengambil inisiatif. Tempo permainan yang tinggi membuat Nishimoto kesulitan mengembangkan serangan. Keunggulan itu terjaga hingga gim pertama ditutup 21-14, sebelum Alwi kembali mengendalikan gim kedua dan menguncinya dengan skor 21-11.
Kemenangan dua gim langsung tersebut menjadi modal penting bagi Alwi. Ia tidak kehilangan satu gim pun dalam laga pembuka itu, sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi lawan yang lebih berat pada babak 16 besar Korea Open 2026.
Di sektor tunggal putri, Mutiara Ayu Puspitasari juga melaju setelah menaklukkan wakil tuan rumah, Kim Joo Eun. Bertanding di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Mutiara menang dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-19.
Kemenangan tersebut terasa spesial karena Mutiara berhasil membalas kekalahan dari lawan yang sama. Berdasarkan catatan pertemuan, Mutiara belum pernah menang dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Kim Joo Eun, sehingga hasil kali ini memutus tren negatif tersebut.
Pada babak 16 besar, Mutiara akan menghadapi pemenang duel antara Kim Min Ji dari Korea Selatan dan Lin Hsiang Ti dari Chinese Taipei. Laga berikutnya menjadi ujian lanjutan bagi juara Asia Junior 2023 itu untuk melangkah lebih jauh di turnamen level Super 500 ini.
Korea Open 2026 merupakan turnamen BWF World Tour Super 500 dengan total hadiah 500.000 dolar Amerika Serikat. Sebanyak sebelas wakil Indonesia tampil pada babak 32 besar yang digelar Rabu ini, sehingga peluang menambah wakil di babak 16 besar masih terbuka.
Hasil Alwi dan Mutiara pada pagi ini menambah optimisme bagi kontingen Indonesia di Yeosu. Konsistensi permainan dan ketenangan pada poin-poin krusial akan menjadi kunci saat keduanya kembali bertanding pada babak berikutnya.
Sumber: Topik.id, Jakarta Review.