Suarapantura.com - Como 1907 menorehkan malam bersejarah di Liga Champions 2026/2027 setelah membantai tuan rumah RC Lens dengan skor telak 9-1 pada matchday keempat fase liga di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Prancis, Rabu (4/11/2026) malam waktu setempat atau Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.
Kemenangan dengan selisih delapan gol itu menyamai rekor kemenangan terbesar dalam era modern Liga Champions. Sebelumnya, hanya Liverpool yang menang 8-0 atas Besiktas pada 2007 dan Real Madrid yang menang 8-0 atas Malmo pada 2015 yang mencatatkan margin serupa. Como juga menjadi tim kedua yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions, setelah Bayern Munchen menang 9-2 atas Dinamo Zagreb pada 2024.
Penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi bintang utama dengan hat-trick. Ia membuka keunggulan Como pada menit ketujuh lewat penyelesaian jarak dekat, menggandakan skor setelah melewati setengah jam pertandingan, lalu melengkapi trigolnya pada babak kedua. Nico Paz menambah gol sebelum jeda sehingga Como memimpin 3-0 saat turun minum.
Dominasi tim asuhan Cesc Fabregas berlanjut setelah jeda. Lucas Da Cunha mencetak gol keempat dua menit setelah babak kedua dimulai, disusul sundulan Marc-Oliver Kempf untuk gol kelima. Setelah Douvikas melengkapi hat-trick, pemain pengganti Mattia Liberali mencetak gol ketujuh pada menit ke-62.
Lens sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan voli Ruben Aguilar pada menit ke-65. Namun, Como menutup pesta gol lewat Martin Baturina pada menit ke-69 dan Matteo Papaccioli pada menit ke-91. Papaccioli yang baru berusia 18 tahun mencetak gol pada laga debutnya bersama Como di kompetisi Eropa.
Sejumlah catatan sejarah lain turut tercipta. Menurut data Opta yang dikutip sejumlah media, Como menjadi tim pertama yang mencetak sembilan gol dalam laga tandang Piala Eropa sejak Feyenoord menang 9-0 atas Olympiakos Nicosia pada September 1971. Kemenangan ini juga menjadi kemenangan tandang terbesar dalam sejarah Liga Champions.
Hasil tersebut membawa Como mengoleksi sembilan poin dari empat pertandingan, dengan rincian tiga kemenangan dan satu kekalahan, dan menempati peringkat keempat klasemen fase liga. Como tertinggal tiga poin dari Paris Saint-Germain dan Real Madrid di dua posisi teratas, serta satu poin dari Arsenal di peringkat ketiga.
Como sendiri menjalani debut di Liga Champions musim ini setelah finis di peringkat keempat Serie A musim lalu. Sebelum membantai Lens, tim asuhan Fabregas sudah mengalahkan RB Leipzig dan Manchester United dengan skor sama, 4-1, di kandang sendiri.
Sebaliknya, kekalahan ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Lens di Liga Champions musim ini sekaligus kekalahan terbesar yang pernah dialami klub Prancis di kompetisi tersebut. Pelatih Lens, Yannick Cahuzac, mengakui timnya merasa dipermalukan pada malam itu, sementara Fabregas menyebut hampir semua hal berjalan sesuai rencana bagi timnya.
Como dijadwalkan melanjutkan kiprahnya di fase liga dengan menjamu AEK Athena pada 24 November mendatang, dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah malam bersejarah di Prancis.
Sumber: theScore, Gianluca Di Marzio, AllFootball.