Suarapantura.com - Lifter andalan Indonesia Rahmat Erwin Abdullah membawa pulang dua medali perak dari Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 di Ningbo, China. Kedua medali itu diraihnya pada nomor clean and jerk dan total angkatan kelas 75 kilogram putra, Sabtu (31/10/2026).
Rahmat membukukan angkatan terbaik 157 kilogram pada snatch dan 202 kilogram pada clean and jerk. Gabungan kedua angkatan tersebut menghasilkan total 359 kilogram yang menempatkannya di posisi kedua kelas 75 kilogram.
Medali emas menjadi milik lifter Korea Utara, Ri Ryong Hyon, yang membukukan total angkatan 365 kilogram. Sementara itu, peringkat ketiga ditempati Weeraphon Wichuma dari Thailand dengan total 355 kilogram.
Drama mewarnai percobaan terakhir Rahmat. Ia mencoba mengangkat 207 kilogram pada clean and jerk demi memecahkan rekor dunia 206 kilogram miliknya sendiri. Namun, ia terlambat naik ke panggung karena masih berdiskusi dengan sang ayah yang juga menjadi pelatihnya. Ketika menyadari waktu hampir habis, Rahmat berlari ke panggung dan sempat mengangkat barbel dengan sisa waktu kurang dari satu detik, tetapi ia gagal menuntaskan gerakan tersebut.
Kegagalan itu membuat Rahmat harus puas dengan dua medali perak. Total angkatannya terpaut tujuh kilogram dari catatan terbaiknya saat merebut emas Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, lima pekan sebelumnya, yakni 366 kilogram dari snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. Pada ajang tersebut ia sekaligus memecahkan dua rekor dunia.
Meski gagal menambah rekor, Rahmat menanggapi insiden tersebut dengan santai. Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) melaporkan, ia tertawa saat meninggalkan panggung lalu bercanda dengan rekan-rekannya di ruang belakang.
Rahmat merupakan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dan juara dunia angkat besi pada 2021 dan 2022.
Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2026 di Ningbo berlangsung pada 27 Oktober hingga 8 November 2026. Ajang ini menjadi kompetisi pertama dari sepuluh rangkaian kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028, sehingga hasil di Ningbo menjadi modal penting bagi Rahmat dan kontingen Indonesia.
Sumber: Bloomberg Technoz, Gebrak.id, dan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).