Terkenal sebagai Penghasil Jajanan Tradisional di Tegal, Inilah Sejarah Desa Ujungrusi Adiwerna
Ade Windiarto•
Sejarah
SuaraPantura.com - Desa Ujungrusi merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Sayangnya, hingga saat ini sejarah Desa Ujungrusi masih sulit dijelaskan secara pasti, karena sumber-sumber yang dapat dijadikan sebagai data sejarah tidak mendukung dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mampu menjelaskan sudah tidak ada.
Namun demikian, berdasarkan bukti-bukti peninggalan baik fisik maupun non fisik bisa dijadikan sebagai tonggak ataupun munculnya asal usul Desa Ujungrusi.
Salah satu narasumber yang tinggal di Desa Ujungrusi mengatakan, bahwa dahulunya kenapa disebut Desa Ujungrusi karena di masyarakat daerah ini ada sebuah permainan tradisional yang dinamakan permainan ujung atau permainan pentungan. Permainan ini menggunakan alat dari kayu untuk perang perangan atau penduduk sekitar menamakan blok blokan.
Selain itu, peninggalan fisik yang juga dapat dijadikan sebagai data sejarah, yaitu di Desa Ujungrusi terdapat makam Mbah Papak dan Mbah Pasigaran (prajurit dari Kerajaan Mataram).
Pada masa itu diceritakan bahwa Kerajaan Mataram akan menyerang Jakarta atau Batavia, sehingga di jalan menuju Batavia dibangun gudang-gudang untuk menaruh persediaan makanan bagi prajurit Mataram.
Kemudian gudang-gudang makanan tersebut dibakar oleh tentara Belanda, sehingga prajurit Mataram banyak yang meninggal karena kelaparan. Dan Mbah Papak dan Mbah Pasigaran tidak berani untuk kembali ke Mataram, kemudian memutuskan tinggal di Desa Ujungrusi.
Sebuah cerita berkembang, makam Mbah Papak terletak di pinggir sungai atau kali. Ketika sungai sedang meluap makam tersebut tidak bergeser atau mingser. Kemudian ada suatu kejadian makam Mbah Pasigaran terdapat sebuah pohon yang usianya sudah ratusan tahun. Dahulu di lokasi makam itu dikiranya sebuah jalan, ternyata tempat pemakaman.
Sebelum jadi sebuah perkampungan atau desa, di daerah Ujungrusi dulunya adalah sebuah hutan, sehingga penduduk sekitar secara bersama-sama membuka lahan untuk dijadikan sebuah perkampungan atau desa.
Kalau sekarang kita memasuki Desa Ujungrusi, maka pemandangan yang terlihat adalah adanya toko-toko yang menjual hasil jajanan produksi warga Desa Ujungrusi.
Masyarakat Desa Ujungrusi mempunyai keahlian membuat jajanan atau makanan tradisional berupa Pilus, Keripik Singkong, hingga Kerupuk.
Sehingga tidak berlebihan, jika saat ini telah berdiri beberapa pusat jajanan oleh-oleh khas Tegal di jalur Jalan Raya II Adiwerna, khususnya di kawasan Desa Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.
Secara geografis, batas-batas Desa Ujungrusi yaitu: - Sebelah barat berbatasan dengan Desa Pagedangan. - Sebelah timur berbatasan dengan Desa Tembok Banjaran. - Sebelah utara berbatasan dengan Desa Pesarean dan Adiwerna. - Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Harjosari Lor dan Harjosari Kidul.***