SuaraPantura.com - Banyak yang belum tahu tentang kisah Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Tegal yang pernah berhasil menipu Bung Karno.
Kejadian ini menjadi peristiwa yang sangat memalukan di tahun 1950an.
Saat itu Indonesia tengah berjuang sekuat tenaga untuk merebut Irian Barat ke pangkuan ibu pertiwi.
Saat itu ada kunjungan raja dan ratu yang mengaku dari kerajaan anak dalam ke Istana negara, yakni Raja Idrus dan Ratu Markonah. Mereka mengaku akan menyumbang untuk Indonesia.
Raja Idrus dan Ratu Markonah pun mendapat sambutan dan sanjungan yang meriah di Istana negara. Mengingat pada waktu itu Indonesia memang butuh sokongan dana untuk nerebut Irian Barat. Hadirnya Raja Idrus dan Ratu Markotah tentu memunculkan harapan.
Dandanan Raja Idrus dan Ratu Markonah sangat meyakinkan, bahkan para pejabar banyak yang menyangjung mereka.
Raja Idrus dan Ratu Markonah mengaku datang dari kerajaan suku anak dalam, Sumatera.
Bermodal surat rekomendasi dari pemerintah Sumatra Selatan, pada 10 Maret 1958, Idrus, Markonah dan pengikutnya berangkat ke Jakarta
Mereka disambut dengan jamuan makan bersam para pejabat Istana beberapa media di tanah air pun gencar meliput mereka.
Saat itu, Bung Karno juga memang sedang membutuhkan dukungan rakyat untuk bebaskan Irian Barat yang masih berada di tangan Belanda.
Soekarno kemudian mengundang Ratu Markonah dan Raja Idrus ke Istana Merdeka. Di istana, tentu saja keduanya mendapat sambutan dan dijamu layaknya tamu terhormat.
Pertemuan Raja Idrus, Ratu Markonah dan Bung Karno diberitakan media media besar kala itu.
Koran Marhaen dan Duta Masyarakat kala itu memasang foto pertemuan Markonah dengan Bung Karno. Dalam foto, Markonah dengan kaca mata hitamnya bersama sang suami berpose bersama Bung Karno.
Raja Idrus digambarkan sebagai sosok pria berusia sekitar 42 tahun dengan kostum ala militer. Sedangkan penampilan Ratu Markonah juga tak kalah menarik perhatian.
Markonah yang menjabat sebagai permaisuri Raja Idrus selalu memakai kaca mata hitam saat tampil di hadapan publik.
Usai bertemu dengan Bung Karno, mereka dikabarkan behkan menerima uang untuk misi pembebasan Irian Barat. Raja Idrus dan Ratu Markonah bahkan diberitakan mendapatkan fasilitas menginap berminggu-minggu dan makan gratis.
Hingga pada suatu saat kedok penyamaran mereka terbongkar. Raja Idrus dan Ratu Markonah ternyata telah melakukan 'Prank' kepada Bung Karno dan segenap masyarakat.
Kebohongan mereka terungkap saat Raja Idrus dan Ratu Markonah jalan-jalan di sebuah pasar di Jakarta.
Ada tukang becak yang mengenali Idrus, karena Idrus ternyata hanyalah tukang becak yang pernah menjadi rwkan seprofesinya. Sementara, Ratu Markonah adalah istri Idrus yang ternyata merupakan PSK Tegal.
Sontak hal ini mengagetkan publik. Para wartawan kemudian melakukan investigasi dan membongkar sosok penipu kelas kakap yang berhasil menipu istana tersebut.
Skandal Idrus dan Markonah tercatat merupakan kasus penipuan skala nasional pertama yang menggegerkan negeri ini.
Tidak hanya viral di dalam negeri, peristiwa ini juga viral secara Ibternasional. Koran Belanda Het Parool edisi 19 Juli 1958 menulis, "Baru-baru ini terjadi ketegangan dalam negeri di Indonesia. Kisah petualangan raja dan ratu palsu dari Sumatra bagian Selatan yang menipu Presiden Sukarno."
***