Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Belanda Dipermalukan, Pasukan Cornelis de Houtman Kalah di Tangan Pasukan Janda Pimpinan Laksamana Malahayati

Desky Danuaji•
Sejarah

SuaraPantura.com - Banyak yang belum tahu, bahwa kapten besar Belanda yang pertama kali membuka pelayaran Eropa ke Nusantara tewas di tangan seorang pejuang perempuan Indonesia dari Aceh, Laksamana Malahayati.

Malahayati membentuk pasukan perangnya yang semuanya adalah perempuan. Mereka merupakan para janda perangvyang suaminya tewas terbunuh.

Laksamana Malahayati merupakan salah satu tokoh kunci tentang perlaeanan rakyat Aceh dalam emlawan penjajah.

Ia dikenal sejarahwan dunia sebagai laksamana laut pertama di dunia.

Suami Laksamana Tuanku Mahmuddin bin Said Al Latief, tewas terbunuh dalam perang di perairan Selat Malaka.

Setelahnya, Malahayati melanjutkan perjuangan sang suami dan berhasil membunuh kapten Belanda Conelis de Houtman dalam duel satu lawan satu di sebuah pertempuran laut.

Berawal dari permintaan Malahayati yang meminta Sultan Al Makammil untuk membentuk armada Aceh yang semua prajuritnya adalah seorang wanita janda yang suaminya tewas dalam pertempuran, kemudian Malahayati membuat pasikan 'Inong Bale'.

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Inong Bale dalam bahasa Aceh berarti Wanita Janda.

Disinilah sejarah para janda pejuang dimulai dan menjadi sejarah pemantik semangat perlawanan rakyat Aceh setelahnya.

Malahayati melatih para janda menjadi prajurit yang tangguh.

Setelah padukannya siap, Inong Bale terjun di berbagai medan pertempuran baik melawan penjajah.

Tidak hanya di Selat Malaka, mereka juga bertempur di daerah pantai timur Sumatera dan Malaya.

Untuk melindungi diri dari serangan musuh, Inong Balee membentuk sebuah benteng dengan tinggi 100 meter dari permukaan laut.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Benteng Inong Balee berada di daerah Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Benteng Inong Bale digunakan sebagai tempat latihan dsn berbagai keperluan pertempuran.

Pasukan Inong Bale mencatatkan rekor gemilang di tahun 1599, dimana pasukan para janda tersebut berjuang melawan pasukan Belanda yang dipimpin oleh Conelis de Houtman.

Cornelis datang ke Indonesia bersama adiknya yakni Frederick de Houtman. Awalnya mereka menunjukan watak baik kepada pribumi, namun setelahnya mereka banyak berhianat.

Malahayati memimpin sekitar 2.000 anggota pasukan dari laskar Inong Balee yang merupakan laskar laut Kesultanan Aceh, yang terdiri dari perempuan dan janda, berperang melawan Belanda.

Dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, Malahayati membunuh Cornelis de Houtman dan menangkap Frederick de Houtman.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Menurut catatan, Cornelis de Houtman tewas setelah terkena tikam rencong milik Laksamana Malahayati.

Duel antara pedang Eropa melawan Rencong Aceh kemudian dimenangkan oleh Malahayati dengan menikam Conelis de Houtman dengan rencongnya.

Reputasi Malahayati tak terbantahkan dalam sejarah maritim Indonesia.

Namanya tercatat dalam manuskrip kuno Eropa dan China. Ia juga kerap terlibat pertempuran laut dan ekspedisi militer skala besar lainnya.

Malahauati juga menginspirasi perlawanan mengusir sejarah di fase sejarah berikutnya dan juga menjadi spirit Tentara Nasional Indonesia (TNI).***

Tags:
#laksamana malahayati#cornelis de houtman#aceh
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…