Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Ternyata Begini, Perjalanan Sejarah Pangeran Purbaya di Kalisoka Tegal

Desky Danuaji•
Sejarah

Pangeran Purbaya merupakan putera Sultan Agung dari Kerajaan Mataram dan sebagai menantu Ki Gede Sebayu.

Dalam Babad Pagedongan disebutkan bahwa Pangeran Purbaya mempunyai kelangenan berupa “laweyan seta” (makhluk halus) diberi nama Ki Juru Taman.

Perjalanan sejarah dimulai, ketika Pangeran Purbaya diperintah oleh ayahnya untuk menangkap Pasingsingan, akhirnya sampai di Dukuh Sumbregah (Slarang Sigeblag) Lebaksiu.

Bersama dengan Ki Ciptosari dan Wangsayuda mendirikan pondok pesantren yang mengajarkan ilmu bela diri, ilmu anoraga dan ilmu aji jaya kawijayan yang menggunakan mantra.

Untuk meningkatkan ilmunya, Pangeran Purbaya berguru kepada Ki Gede sebayu di Karangmangu. Dalam masa berguru, Pangeran Purbaya mendapat wejangan atau pesan untuk menghindari larangan atau pantangan yaitu :

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

1  Kadunungan sifat tamak

2  Godaan setan yang masuk pada hati manusia sehingga tumbuh sifat kuma (kumingsun, kuminter, kumalungkung dan sebagainya)

3  Ikut pada bisikan setan sehingga murtad keluar dari jalan yang benar.

 

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Pangeran Purbaya menikah dengan puteri Ki Gede Sebayu bernama Raden Rara Giyanti Subhaleksana.

Pangeran Purbaya membangun masjid jami’ di Padepokan Pesantren Desa Kalisoka.

Selain itu Pangeran Purbaya bersama Ki Ciptosari membangun balong ikan tambra di Desa Cenggini yang kemudian dimanfaatkan untuk mengairi persawahan penduduk.

Sampai akhir hayat, Pangeran Purbaya dimakamkan di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Komplek makam Pangeran Purbaya terbagi menjadi 3 halaman yang dibatasi oleh pagar dari bata.

Halaman utama (halaman ke-3) merupakan makam Pangeran Purbaya dan pendampingnya, Makam Reksonegoro, Makam Bupati Pemalang dan masjid makam serta makam kerabat. Halaman 2 dan 1 merupakan makam kerabat.

Bangunan cungkup dibagi dua ruang yaitu ruang makam yang tertutup tembok dan serambi terbuka menelilingi ruang makam. Jirat makam merupakan jirat baru dan berbahan keramik dengan ukuran panjang 2 x 1 m dan tinggi 30 cm. Nisan terbuat dari kayu jati saat ini keadaannya sudah rapuh. Nisan tersebut dikategorikan sebagai tipe Demak-Troloyo.

(Sumber : Laporan Studi Teknis Arkeologis Kompleks Makam Pangeran Purbaya dan Ki Gede Hanggawana : Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Tahun 2005).

Tags:
##sejarah#raja
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…