Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

10 Quotes Terbaik Soe Hok Gie, Aktivis Demokrasi yang Menolak Kediktaktoran

Desky Danuaji•
Sejarah

SuaraPantura.com - Soe Hok Gie adalah seorang aktivis Demokrasi keturunan Tionghoa-Indobesia yang menentang kediktaktoran dari zama Orde lama hingg Orde Baru.

Ia merupakan Mahasiswa Fakultas Sastra Universita Indonesia pada tahun 1962-1969.

Pada Tahun 1965, Gie panggilan akrab Soe Hok Gie membantu mendirikan Mapala UI, organisasi Mahasiswa pecinta alam di kalangan kampus itu.

Kegiatan di alam bebas itulah yang mengantarkannya menghirup gas beracun saat mendaki gunung berapi Semeru sehari sebelum ulang tahun ke 27.

Semasa menjadi Aktivis, selain kritis terhadap Pemerintah, Gie juga rajin menulis.

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Berikut Suarapantura.com rangkumkan Quotes dari Soe Hok Gie yang diambil dari berbagai karya tulisannya.

1. “Ayo kita rayakan demokrasi dengan memotong lidah orang-orang yang menyatakan diri pada kebenaran dan terus berteriak lantang akan kesalahan pemerintah. Walau apa yang mereka sampaikan benar sesuai dengan data yang ada.”


2. “Terkadang kita itu adalah seorang penjahat yang diam-diam menjelma sebagai orang baik dan polos. Untuk itu saya akan berjuang dengan suara lantang. Karena, diam saat melihat kesalahan adalah sebuah kejahatan besar yang tidak boleh dilakukan bagi para pemuda.”


3. “Hidup ini selalu ada dua pilihan yang sulit untuk ditentukan. Apakah menjadi apatis atau mengikuti arus yang ada. Sayangnya aku lebih memilih menjadi manusia merdeka.”

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo


4. “Menurutku nasib terbaik adalah mereka yang dilahirkan tetapi mati kemudian, atau mereka yang tidak memiliki umur panjang sehingga, mati di waktu muda. Bagi mereka yang ternyata mendapat umur lebih panjang dan matu di usia tua maka, mereka termasuk dari golongan yang kurang beruntung.”


5. “Guru adalah manusia biasa bila dia tidak tahan oleh sebuah kritikan dia bisa langsung masuk dalam tong sampah. Guru bukanlah seorang dewa yang selalu merasa bahwa dirinya benar. Tetapi, murid juga bukanlah kerbau yang selamanya selalu bodoh begitu saja.”


6. “Apakah kau masih membelaiku dengan penuh kemesraan seperti halnya dahulu ketika aku mendekap erat engkau, mendekap lebih mesar dari biasanya, dan merasa lebih dekat lagi,”


7. “Terkadang aku merasa malu melihat mahasiswa yang sok berkuasa. Merintih kalau ia terus ditekan tetapi, selalau menindas kalau dia sedang berada dalam kekuasaan tertingginya. Mementingkan kepentingan golongan mereka. Kasihan adik-adik baru yang baru saja datang dan menjadi koban dari kepentingan kekuasaan mereka.”

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru


8. “Aku tidak bisa mencintai apa pun kecuali aku mencinta akan keberanian dalam kehidupanku sendiri.”


9. “Makhluk kecil kau kembalilah dalam ketiadaan. Karena dari tiada dan tiada itu kau akan menerima sebuah kebahagiaan yang tidak akan pernah terkira.”


10. “Diantara ransel-ransel yang aku kenakan ini. ransel yang kosong dan juga api unggun yang membara menghadirkan kehangatan diantara kedinginan yang luar biasa. Aku terima semua yang melampaui batas-batas hutan dan juga melampaui jurang-jurang yang ada.”

***

Tags:
#quotes#soe hok gie
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…
10 Quotes Terbaik Soe Hok Gie, Aktivis Demokrasi yang Menolak Kediktaktoran | Suara Pantura | Suara Pantura