SuaraPantura.com- Dikenal sebagai penakluk wanita, Bung Karno Presiden pertama RI yang penuh kharisma ini ternyata pernah ditolak cintanya.
Gadis tegas & penuh prinsip yang menolak Soekarno ini adalah seorang bangsawan yang berasal dari Solo.
Dialah Gusti Roro Ayu Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemawardhani atau yang biasa disapa Gusti Nurul, adalah Putri Keraton Solo yang mendapat julukan sebagai Kembang Mangkunegaran.
Julukan tersebut disematkan lantaran Gusti Nurul terkenal memiliki paras yang cantik dan menjadi Gadis idaman banyak pria terkemuka pada masanya.
Tak tanggung-tanggung, pria yang mendambakannya bahkan sekelas presiden pertama RI – Ir. Soekarno, Sutan Syahrir, sampai Sultan Hamengkubuwono IX, dll. Tapi tak satu pun dari petinggi negara itu berhasil meluluhkan hati Gusti Nurul.
Yang membuat banyak orang terkejut, Gusti bercerita pernah diajak bicara dengan Istri keempat Soekarno, Hartini. Menurut dia, Hartini pernah bercerita kalau Bung Karno pernah menaruh rasa pada Gusti Nurul.
“Seandainya pun dulu ia langsung melamarku, problemnya akan sama dengan yang dihadapi Sutan Sjahrir. Sebagai tokoh PNI, tak mungkin ia menikah denganku. Dan yang terpenting aku tidak mau dimadu. Yah, ia memang bukan jodohku,” kata Gusti Nurul dalam buku yang berjudul ‘Gusti Noeroel Streven Naar Geluk’ atau ‘Mengejar Kebahagiaan’, karya Ully Hermono.
Bung Karno juga pernah meminta Basuki Abdullah untuk melukis Gusti Nurul dan lukisannya dipajang di kamar kerja Presiden di Istana Cipanas. Setelah Gusti Nurul menikah, setiap pertemuan-pertemuan dengan Bung Karno selalu mengatakan kalau dia kalah cepat dengan suami Gusti Nurul.
Gadis bangsawan nan ayu ini memutuskan untuk menerima pinangan seorang militer berpangkat letnan kolonel yang bernama RM Soerjo Soejarso.
Kecantikan Gusti Noeroel yang termasyhur ini juga dibarengi dengan kepiawaiannya menari.
Suatu kali, di usianya yang masih 15 tahun, Gusti Noeroel diminta datang secara khusus untuk menari di hadapan Ratu Wilhelmina di Belanda.
Tarian tersebut dipersembahkan sebagai kado pernikahan Putri Juliana. Menariknya, saat itu rombongan dari Mangkunegaran tidak membawa gamelan untuk mengiringi tarian Gusti Nurul.
Tarian itu diiringi alunan gamelan yang dimainkan dari Pura Mangkunegaran dan dipancarkan melalui Solosche Radio Vereeniging, yang siarannya bisa ditangkap dengan jernih di Belanda.
Gusti Noeroel juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang membidani berdirinya Solosche Radio Vereeniging, stasiun radio pertama di Indonesia.
***