Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Bung Karno Dan Restu Syaikhona Kholil Bangkalan

Desky Danuaji•
Sejarah

SuaraPantura.com - Bung Karno, Presiden Republik Indonesia pertama dikenal sangat dekat dengan para ulama.

Bahkan selagi muda konon beliau bersama HOS Tjokroaminito pernah sowan ke tempat Syaikhona Kholil Bangkalan. Disana Bung Karno mendapat restu, ditiup ubun-ubunnya, dan  sudah diramalkan akan menjadi orang besar oleh Mbah Kholil Bangkalan.

Syaikhona Kholil atau Mbah Kholil Bangkalan lahir di Kemayoran, Bangkalan, Bangkalan, pada tahun1820 adalah seorang Ulama kharismatik dari Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Ulama yang biasa disebut dengan Mbah Kholil ini meninggal pada tahun 1925, yakni pada usia 104-105 Tahun atau bertepatan kala Bung Karno masih kuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung.

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Sebenarnya kedua tokoh ini, Bung Karno dan Mbah Kholil nyaris tidak bersinggungan. Dunianya pun berbeda. Mbah Kholil bergelut di bidang pesantren dengan santri dari berbagai penjuru Nusantara, sementara Bung Karno masih meniti karir sebagai seorang aktivis muda dengan idealismenya tentang kemerdekaan.

Banyak yang tak tahu jika di kala masih muda, Bung Karno pernah sowan atau datang ke kediaman Mbah Kholil di Bangkalan, Madura.

Sebagaimana diceritakan dalam Buku ‘H. M. Kholil Bangkalan Biografi Singkat 1835-1925’, KH As’ad Samsul Arifin asal Situbondo menyebut bahwa Mbah Kholil memegang kepala Bung Karno dan meniup ubun-ubunya. Tiupan itu menurut KH As’ad sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Mbah Kholil mengakui Bung Karno sebagai salah satu muridnya.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Cerita lain menyebutkan bahwa Bung Karno semasa mudanya pernah diajak HOS Tjokroaminoto pergi ke Kiai Kholil di Bangkalan Madura. Waktu itu Kiai Kholil memegang kepala Bung Karno menitipkan pesan kepada HOS Tjokroaminoto untuk menjaga Bung Karno karena anak muda yang dibawanya itu nanti akan menjadi orang besar.

Hos Tjokroaminoto pun srpenuh hati menjaga Bung Karno bahkan menjodohkan anak perempuannya dengan Bung Karno.

Ternyata ucapan Kiai Kholil itu menjadi kenyataan, dan sejarah membuktikan hal ini bahwa Bung Karno ternyata menjadi Pemimpin Besar Bangsa Indonesia,” tulis Solichin Salam dalam artikelnya yang diterbitkan di Berita Buana, 8 Juni 1988, yang kemudian dibukukan dalam judul Soekarno-Hatta.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Dalam sambutannya selaku Ketua Panitia Peringatan HUT ke-87 Bung Karno, H Mahbub Djunaidi menceritakan bahwa Bung Karno semasa mudanya pernah diajak HOS Tjokroaminoto pergi ke Kiai Kholil di Bangkalan Madura.

"Waktu itu Kiai Kholil memegang kepala Bung Karno dan menyatakan kepada HOS Tjokroaminoto bahwa anak muda yang dibawanya itu nanti akan menjadi orang besar. Ternyata ucapan Kiai Kholil itu menjadi kenyataan, dan sejarah membuktikan hal ini bahwa Bung Karno ternyata menjadi Pemimpin Besar Bangsa Indonesia,” tulis Solichin Salam dalam artikelnya yang diterbitkan di Berita Buana, 8 Juni 1988, yang kemudian dibukukan dalam judul Soekarno-Hatta.

Demikianlah kisah perjumpaan Bung Karno dengan Mbah Kholil Bangkalan sebelum menjadi Presiden RI.

***

Tags:
#bung karno#syaikhona kholil bangkalan
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…
Bung Karno Dan Restu Syaikhona Kholil Bangkalan | Suara Pantura | Suara Pantura