Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Tegal : Pasukan Intelejen Rahasia Mataram Pemenggal Kepala Pimpinan VOC JP Coen

Desky Danuaji•
Sejarah

" Dengan mengerahkan orang-orang Tumenggung Kertiwongso dari Tegal, komandan kelompok intel Mataram Raden Bagus Wonoboyo membangun basis di wilayah bantaran Kali Sunter di daerah Tapos."

@Historia

SuaraPantura.com - Salah satu referensi menyebutkan, Tegal tempo dulu pernah menjadi kawah candradimukanya pasukan rahasia telik sandi atau intelejen khusus kerajaan mataram, bahkan menjadi ujung tombak misi pembunuhan pentolan VOC di Batavia, yakni JP Coen.

Pasukan telik sandi tersebut bernama "Dom Sumuruping Banyu" atau secara harfiah bermakna jarum dimasukan dalam air. Sebuah filosofis gerak rahasia untuk melenyapkan lawan tanpa terlihat.

Menurut penuturan sejarahwan dari Yogyakarta, Ki Herman Janutama sembari mengutip Babad Jawa, sejarawan asal Yogyakarta itu menyebut bahwa pemenggalan kepala Coen merupakan misi rahasia yang sudah lama direncanakan dengan melibatkan grup intelijen Mataram, Dom Sumuruping Mbanyu (Jarum yang Dimasukan Air).

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta


Dibawah binaan tumenggung Kertiwongso infiltrasi telik sandi Mataram ke Batavia sudah dirancang sejak 1627.

Dengan mengerahkan orang-orang Tumenggung Kertiwongso dari Tegal, komandan kelompok intel Mataram Raden Bagus Wonoboyo membangun basis di wilayah bantaran Kali Sunter di daerah Tapos.

Guna mengatur taktis kerja-kerja rahasia tersebut, Bagus Wonoboyo turut mengirimkan salah satu putrinya yang memiliki kemampuan telik sandi mumpuni bernama Nyimas Utari, untuk bergabung dengan agen telik sandi asal Samudera Pasai, Mahmuddin.

Lantas mereka memulai misi tersebut dari Aceh. Nyimas dan Mahmudin yang sudah menjadi pasangan suami istri memasuki benteng VOC di Batavia dengan berkamuflase sebagai pebisnis atau saudagar pada masa itu.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Dengan kelihaian dan kecerdikan mereka, JP Coen lantas memberikan kepercayaan kepada mereka sebagai mitra bisnis VOC.

Setelah berlanjut lama lantas mereka sudah menjalin hubungan dagang dan lainnya dengan Coen, bahkan mereka punya akses ke kastil dan bergaul dengan Eva Ment, istri Coen, dan anak-anaknya.


Dikutip dari laman perpusnas.go.id, Nyimas Utari dipercaya menjadi penyanyi bagi klub perwira VOC. Selain itu, dia juga menjalin hubungan dekat dengan Eva Ment. Saat tentara Mataram menyerbu Batavia pada tahun 1629, Nyimas Utari memanfaatkan kekacauan itu dengan membunuh Eva dan anak-anaknya dengan racun.

Empat hari setelahnya, giliran Coen yang menjadi korban. Dengan racun arsenikum, Nyimas menuangkan serbuk itu ke minuman Coen. Di saat Coen lengah karena keracunan itu, Nyimas berhasil memenggal kepala Coen. Setelahnya, ia dan Mahmudin lari keluar benteng membawa kepala Coen.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Namun dalam pelarian ini Nyimas Utari tewas terkena tembakan meriam. Mahmudin membopong jenazah istrinya hingga wilayah Desa Keramat, tempat ia dimakamkan. Kepala JP Coen kemudian diterima oleh Tumenggung Surotani dan Bagus Wanabaya untuk dibawa ke Istana Plered.

Setelah sampai di sana, Sultan Agung memerintahkan untuk menanam kepala itu di baris ke-716 tangga menuju makam raja-raja Imogiri.

***

 

Tags:
#tegal#sultan agung#mataram
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…