SuaraPantura.com - Warteg atau Warung Tegal merupakan warung makan kelas marjinal yang menyajikan makanan lezat dengan harga murah.
Warteg menjadi sangat familiar bagi kelas pekerja pekerja proyek maupun butmruh perusahaan. Hal itu tak lepas dari sejarah panjang Warteg itu sendiri.
Menurut Sejarahwan JJ Rizal, dimulainya Warteg adalah ketika adanya kebijakan Presiden Soekarno yang memindahkan Ibu Kota dari Yogyakarta ke Jakarta.
Hal itu diikuti migrasi orang-orang jawa untuk mengadu nasib di tempat Ibukota Baru tersebut.
Pembangunan besar-besaran dilakukan oleh Soekarno untuk mengubah Kota Kolonial itu menjadi Ibukota Negara Indonesia.
Pembangunan itu menyerap banyak tenaga kerja, karena banyaknya tenaga kerja itulah menjadi market besar sebagai latar belakang berdirinya Warung-warung makan di Ibu Kota.
Sebagian besar pengusaha dan pemilik warung warung makan itu adalah irang Tegal. Maka dari itu masyarakat menyebutnya Warteg atau Warung Tegal.
Hingga kini Warteg masih menjadi primadona tujuan kuliner untuk mengisi perut bagi para perantau di Ibu Kota.
Perkembangan Warteg sendiri sekarang sudah menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia.
***