Suarapantura.com - Banyak yang mengaitkan Gunung Semeru dengan kejadian yang diramalkan Prabu Jayabaya terkait terbelahnya tanah jawa menjadi dua.
Ramalan Jayabaya sangat terkenal karena dianggap relevan hingga sekarang dan banyak menjadi referensi kejadian di tanah Jawa ini.
Ternyata terbelahnya tanah Jawa menjadi dua yang disampaikan oleh Jayabaya bukan terbelah secara fisik namun secara sikap.
Lantas, apakah Pulau Jawa sesungguhnya sudah terbelah? Faktanya apa?
Melansir Suaramerdeka.com pada " Pulau Jawa Sesungguhnya Sudah Terbelah, Ini Faktanya"
Faktanya adalah terjadinya Perang Bubat pada tahun 1357 di Alun-alun Bubat, sebelah utara Trowulan yang menjadi pemicu Pulau Jawa terbelah.
Perang Bubat merupakan perang antara keluarga Kerajaan Sunda dan tentara kerajaan Majapahit.
Bahkan peristiwa Perang Bubat juga disebutkan dalam Cerita Parahyangan, Serat Pararaton, Kidung Sunda, dan Kidung Sundayana.
Hal itu disampaikan peramal Denny Darko.
Menurutnya, adanya Perang Bubat menjadi pemicu terjadinya Sunda dan Jawa.
Denny Darko teringat, saat masih kuliah di Bandung, dia ditanya oleh orang Bandung, kapan pulang ke Jawa.
"Saya ingat waktu pertama kali datang ke Bandung, saya kuliah waktu itu. Terus kemudian saya ditanya "eh kapan lu pulang ke Jawa?' seinget saya kan ini masih di Pulau Jawa, kenapa dibilang pulau ke Jawa?" ucap Denny Darko.
Menurutnya, hal itu kemungkinan merupakan apa yang dimaksud Prabu Jayabaya sebagai 'Pulau Jawa Terbelah Dua'.***(Nugroho wahyu utomo/Suaramerdeka.com)