Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mengenal Ki Gede Sebayu, Tokoh Pendiri Tegal yang Legendaris

Andri Susanto•
Sejarah

Oleh: Asyfa Suryani
Pegiat LPM IBN Tegal

SuaraPantura.com - Nama Ki Gede Sebayu sangat dikenal oleh masyarakat Tegal. Beliau merupakan tokoh pendiri pemerintahan Tegal pada tahun 1585-1625.

Menurut silsilah, Ki Gede Sebayu keturunan darah bangsawan dari Batara Katong atau Syech Sekar Delima (Adipati Wengker Ponorogo). Ayahnya bernama Pangeran Onje (Adipati Purbalingga).

Sejak kecil Ki Gede Sebayu diasuh oleh eyangnya yaitu Ki Ageng Wunut yang selama hidupnya menekuni Agama Islam. Hal ini membawa dampak bagi perkembangan Ki Gede Sebayu yang tumbuh menjadi anak yang berperilaku ramah dan santun.

Setelah menginjak dewasa, Ki Gede Sebayu oleh ayahnya disuwitakan di Keraton Pajang yaitu Sultan Hadiwijaya. sebagai prajurit tamtama sehingga Ki Gede Sebayu memperoleh pendidikan keprajuritan dan ilmu kanuragan.

Ketika Arya Pangiri berkuasa menggantikan Kesultanan Pajang, Ki Gede Sebayu pergi meninggalkan Pajang menuju Desa Sedayu.

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Ki Gede Sebayu mempunyai 2 orang anak yaitu Raden Mas Hanggawana, dan Raden Ayu roro gianti subalaksana yang akhirnya menikah dengan Ki Jadug (Pangeran Purbaya) putra dari Danang Sutawijaya (Panembahan Senapati) Raja pertama Mataram Islam, Kota Gede Yogyakarta.

Salah satu keturunan Ki Gede Sebayu dari jalur Raden Mas Hanggawana yang terkenal di wilayah Kabupaten Tegal adalah KH Mufti Salim atau biasa disebut dengan Mbah Mufti. Seorang ulama yang mendirikan Pondok Pesantren di wilayah Babakan Lebaksiu.

Pondok Pesantren yang berada di wilayah Babakan tersebut berdiri pada tahun 1916 dan sangat populer sampai sekarang. Jika dihitung jumlah santrinya, mencapai ribuan. Popularitasnya masih eksis baik pondok pesantren utamanya yang bernama Mahadut Tholabah, sampai pondok cabang yang lainnya.

Beliau semasa hidupnya banyak berpengaruh bagi masyarakat. Terutama dalam bidang pembangunan. Beliau dikenal dengan tokoh babat alas Tegal. Dalam hal ini Ki Gede Sebayu mulai menyusun rencana dan strategi untuk melakukan pembangunan yaitu:

Mengatur penempatan para pengikutnya sesuai dengan ketrampilan dan keahlian.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

- ahli kerajinan dan pertukangan ditempatkan di pusat perniagaan dan perdagangan
- ahli pertanian ditempatkan di daerah pertanian yaitu dataran rendah dan tinggi
- ahli kemasan, ahli tenun (termasuk keluarga Ki Gede Sebayu) .

Mencoba membudidayakan pertanian basah (persawahan irigasi) dengan membuat bendungan Kali Gung untuk mengairi persawahan penduduk dengan nama Bendungan Wangan Jimat, selain itu membuat Kali Jembangan, Kali Bliruk dan Kali Wadas yang terletak di Dukuh Kemanglen dengan sebutan Grujugan Curug Mas.

Untuk memenuhi kebutuhan rohani, Ki Gede Sebayu membangun masjid dan pondok pesantren di Dukuh Pesantren sebagai tempat kegiatan agama. Di sinilah diajarkan cara membaca Al-Qur’an, pengajian yang mengajarkan kewajiban muslim dalam menjalankan agamanya.

Memberikan penamaan terhadap wilayah sesuai dengan kondisi daerah, seperti: Danawarih yang berarti memberi air, Slawi berarti tempat berkumpulnya para satria yang berjumlah selawe atau dua puluh lima yang dalam perkembangannya menjadi pusat kekuasaan (pangreh praja) di Kabupaten Tegal.

Pengaruhnya yang begitu nampak dirasakan adalah bagi para petani. Meeeka dapat memanfaatkan alat-alat pertanian dengan adanya hasil kerajinan pandai besi.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Pasar perdagangan semakin ramai karena banyak masyarakat yang memiliki ketrampilan pertukangan kayu, menjahit, pembuatan alat dapur dari tembaga, pertukangan emas dan sebagainya.

Taraf hidup masyarakat meningkat dengan didukung pembuatan jalan desa, pembangunan rumah penduduk yang dilakukan secara gotong royong, mengatur keamanan secara bersama-sama.

Ki Gede Sebayu diangkat sebagai Juru Demung (Penguasa Lokal di Tlatah Tegal) dengan pangkat Tumenggung setingkat Bupati pada tahun 1601 M atau 1523 Caka

Ia diangkat menjadi Juru Demung oleh Ingkang Sinuwun Kanjeng Panembahan Senopati Mataram atas keberhasilannya dalam membangun Tegal.

Demikian sekilas kisah singkat Ki Gede Sebayu yang diambil dari berbagai sumber, semoga dapat menambah pengetahuan kita.***

Tags:
#tegal#ki gede sebayu#hanggawana
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…