SuaraPantura.com - China dikenal sebagai negara komunis. Siapa yang menyangka, di China terdapat keturunan Rasulullah Saw yang tinggal dan menetap disana.
Namanya kampung Najiahu, sebuah destinasi wisata religi di Propinsi Ningxia, Tiongkok. Di kampung ini para keturunan Rasulullah Saw tinggal hampir seribu tahun lamanya.
Hijrahnya para sayyidi Rasulullah Saw ini bermula pada tahun 1218 Masehi, pasukan Genghis Khan menginvasi pasukan Guaremia, kemudian di kota Bukhara seorang bernama Syamsuddin Umar menyerahkan diri dengan membawa serta ribuan prajurit.
Belakangan diketahui Syamsuddin adalah keturuan ke-30 Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Husein, putra kedua dari pernikahan antara putri Rasulullah Saw yakni Fathimah az-Zahra dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
Syamsuddin kemudian dipercaya menjadi gubernur pertama propinsi Yunan oleh Kubilai Khan, cucu Genghis Khan. Beliau meninggal pada usia 69 tahun dan dimakamkan di Yunan.
Ketika Nasruddin meninggal, posisinya digantikan oleh putra sulungnya. Dikemudian hari keturunan Nashruddin itu membentuk komunitas muslim bermarga “Na” lalu bermigrasi ke Ningxia.
Saat ini populasi peduduk muslim di China terdapat 23.308.000 jiwa atau setara dengan 1,8% dari total penduduk China (data sensus penduduk 2010).
Dimana mereka tersebar di beberapa wilayah seperti Xinjian (58%), Ningxia (34%), Qinghai (17,5%) dan Gansu (3,4%).
***