Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Jurus Cinta Gus Dur Menaklukan Hati Shinta Nuriyah, Dulu Awalnya Shinta Ngga Mau Sama Gus Dur

Desky Danuaji•
Sejarah

SuaraPantura.com - Cerita lain soal Gus Dur kali ini tentang lika-liku serius dan lucu jalan pernikahannya dengan Shinta Nuriyah, perempuan yang setia mendampingi Gus Dur hingga meninggal.

Kisah ini bermula ketika Gus Dur hendak menimba ilmu di Kairo, Mesir. Dia diwanti-wanti oleh pamannya, Kiai Fatah, agar menikah lebih dahulu.

“Soalnya kalau kamu menunggu menikah pulang dari luar negeri, kamu hanya akan mendapat wanita tua yang cerewet,” kata pamannya. Si Paman pun mau membantu mencarikan jodoh.

Lalu, disodorkan lah nama Shinta yang pernah menjadi murid Gus Dur ketika di Muallimat, Jombang. Gus Dur segera mengiyakan tawaran itu.

Namun Shinta belum bersedia lantaran trauma dengan salah seorang guru yang pernah meminangnya ketika dia masih berusia 13 tahun. Celakanya, nama guru itu juga Abdurrahman.

Maka, komentar Shinta ketika menerima surat dari Gus Dur adalah, “Ah, Abdurrahman lagi, Abdurrahman lagi.” Kisah ini seperti ditulis Guntur Wiguna dalam buku: Koleksi Humor Gus Dur .

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Namun pada akhirnya Shinta mulai bersimpati kepada Gus Dur ketika dia menerima surat dari Gus Dur yang mengeluhkan bahwa dia tidak naik tingkat karena terlalu aktif di PPI (Persatuan Pemuda Indonesia).

Lewat surat balasannya Shinta berusaha menghibur. “Masak manusia harus gagal dalam segala-galanya. Gagal dalam setudi, paling tidak berhasil dalam jodoh,” kata Shinta dalam suratnya.

Selama tahun-tahun yang dihabiskan Gus Dur di Kairo, dia memang terus berkorespondensi dengan Shinta.

Datangnya surat secara teratur dari gadis itu ditafsirkan sebagai tanda ia tidak ditolak. Setelah sekian lama berhubungan lewat surat, Gus Dur akhirnya melamar Shinta Nuriyah. Namun Shinta sepertinya belum yakin betul dengan Gus Dur .

Seperti ditulis Greg Barton di buku: Biografi Gus Dur . Dalam satu tahap kegamangan, kenang Shinta, bahkan dia mengaku pernah pergi bertanya ke tukang ramal, apakah Gus Dur benar-benar pemuda yang tepat baginya. Atau, apakah dia harus mencari pemuda lain?.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Menjawab pertanyaan Shinta, Si tukang ramal pun bilang,

"Jangan mencari-cari lagi. Yang sekarang ini akan jadi teman hidup Anda."

Jawaban si tukang ramal sempat bikin Nuriyah ragu. Belum lagi tekanan bahwa Gus Dur bisa jadi suami yang baik. Tapi, komunikasi yang selalu dilakukan Gus Dur ditambah kepribadian menarik juga pikirannya yang tajam, membuat Nuriyah yakin akan perasaannya pada Gus Dur.

Pada pertengahan 1966, Gus Dur menulis sirat untuk Nuriyah. Gus Dur bertanya siapkah Nuriyah jadi istrinya. Awalnya, jawaban Nuriyah masih mengambang.

"Mendapatkan teman hidup bagaikan hidup dan mati. Hanya Tuhan yang tahu," begitu jawab Nuriyah.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Gus Dur tak patah arang. Dia terus menulis surat pada Nuriyah sembari menceritakan keputusasaan yang dia alami selama di Kairo. Setelah menerima hasil ujian akhir, Gus Dur menulis surat lagi untuk Nuriyah. Gus Dur mencurahkan rasa sedih karena dia gagal.

Tak disangka, Nuriyah cepat membalas surat Gus Dur dan memberi jawaban menggembirakan.

"Mengapa orang harus gagal dalam segala hal? Anda boleh gagal dalam studi, tapi paling tidak Anda berhasil dalam kisah cinta," kata Nuriyah.

Sesaat setelah membaca surat Nuriyah, Gus Dur pun langsung menulis surat pada ibunya, Solichah, untuk meminang Nuriyah.

Ciye ciye...
***

Tags:
#shinta nuriyah#gus dur#kisah cinta#shinta nuriah abdurrahman wachid
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…