SuaraPantura.com - Sakhyani atau lebih dikenal dengan sebutan Kutil Merupakan tokoh Revolusioner dari Tegal.
Ia berhasil menyatukan gagasan Rakyat yang Antikolonialism dan mendukung kemerdekaan 100 persen
Artinya, pasca proklamasi kemerdekaan, Kutil menghendaki pembersihan sistem dan pemerintahan terhadap atek-antek penjajah.
Dalam buku "Kisah Nyata, Sejarah Banjir Darah para Kyai, Santri, dan Penjaga NKRI oleh Aksi-aksi PKI," karya Anab Afifi dan Thowaf Zuharon, Kutil disebut aktivis PKI dari Tegal yang mengkoordinir kekuatan Pekalongan, dan Brebes, tentu saja mengerahkan tenaganya agar tercapai membuat Negara Komunis.
Kutil disebut telah mampu menghidupkan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) setelah adanya instruksi dari Tan Malaka kepada para pimpinan PKI di daerah-daerah untuk melaksanakan gerakan Antiswapraja.
Gerakan antiswapraja ini adalah sebuah gerakan yang menghendaki pergantian semua unsur Pangreh Praja, seperti Lurah (Kepala Desa), Camat, Bupati, Wedana, hingga raja-raja Nusantara bersama keluarganya.
Hal ini didasari oleh paham komunis yang menyuarakan sama rata, sama rasa, artinya tidak ada lagi rakyat miskin karena orang-orang kaya diharuskan untuk memberikan tanahnya secara sukarela.
AMRI sendiri beranggotakan kaum tani, buruh, pedagang, penjual makanan, penjahit, tukang besi, dan penjual jamu.
Dalam mensukseskan gerakan antiswapraja ini, Kutil beserta AMRI tak segan untuk menyiksa, bahkan menghabisi nyawa seseorang.
Dalam buku tersebut dijelaskan, bahwa siapa saja yang menentang Kutil untuk dapat menghidupkan komunisme di Tegal akan dihabisinya.
AMRI memiliki 2 markas besar, yang pertama adalah di Ujungrusi sebagai pertahanan, dan kedua di Talang sebagai markas pusat.
Tak habis akal, Kutil sebagai anak dengan pendidikan agama yang taat, ia mendekati kyai Makdum di Tegal yang dipercaya masyarakat dan terkenal dengan kekuatan magisnya.
Rupanya cara ini cukup berhasil, Kutil bahkan dianggap sebagai murid kyai Makdum, sehingga anggota AMRI semakin percaya bahwa ketika mereka melakukan aksi, mereka sudah terlindungi dengan kekuatan magis.
Kutil dengan pemikirannya berhasil melengserkan pejabat-pejabat lama dan menaruh orang-orang pilihannya di posisi tersebut.
Tidak sampai di situ, selain meruntuhkan pemerintahan yang ada, Kutil juga berhasil menyabotase perusahaan-perusahaan, gudang-gudang gula, dan padi.
Dengan strategi yang sedikit nyeleneh, Kutil mengganti para pejabat dengan para kyai, sehingga pemikiran rakyat pun menjadi bingung.
Namun itulah maksud dari Kutil, yakni untuk membingungkan rakyat, sehingga menambah kepercayaan, bahwa gerakan ini adalah gerakan mulia karena pengganti pejabat-pejabat terdahulu merupakan tokoh berpengaruh.
Sebagai contoh yang dituliskan di dalam buku yang sama, bahwa Kutil mengangkat kyai Abu Sudjai sebagai Bupati Tegal, kyai H. Satori sebagai Bupati Brebes, Supangat sebagai Bupati Pemalang, dan Sardjio sebagai Residen Pekalongan.
Tidak berhenti di situ, ia juga mengangkat Tjitrosatmoko sebagai Patih Kab.Tegal, Mardjono wakil ketua KNI sebagai Wedana Tegal, kyai H. Fachruri sebagai Wedana Slawi, dan kyai H.Mawardi sebagai Wedana Adiwerna.
Itulah sekilas tentang Kutil yang hidupkan AMRI di Tegal, Organisasi bawahan PKI Untuk Lancarkan Gerakan Antiswapraja.***