Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mengenal Sejarah G30S PKI. Peristiwa Sejarah Pahit Bagi Pemerintah Indonesia.

Tim Suara Pantura 03•
Sejarah

SuaraPantura.com - Sudah 57 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 30 September sampai 1 Oktober 1965, telah terjadi peristiwa yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September PKI (G30S PKI). Telah terjadi pemberontakan di wilayah Jakarta dan Yogyakarta. Terdapat enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta.

G30S PKI atau gerakan 30 September yang dilancarkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu sejarah pahit bagi pemerintah Indonesia pada waktu itu. Peristiwa ini terjadi tepat hari ini (30/9).

Tujuan Gerakan G30S PKI ini untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Tak hanya itu, PKI juga ingin pemerintah Indonesia berubah menjadi Pemerintahan Komunis. G30S PKI dipimpin oleh Dipa Aidit ketua pada saat itu. Ketua gerakan ini sangat gencar memberikan hasutan kepada seluruh warga Indonesia agar mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia akan lebih maju dan sentosa jika dibawah kekuasaan PKI.

Kita perlu mengetahui sejarah dan apa saja yang sebenarnya terjadi saat itu, berikut ini sejarah singkat tentang Gerakan 30 September PKI 1965 (G30S PKI) di Indonesia.

SEJARAH SINGKAT G30S PKI

Tujuan Gerakan G30S PKI ini untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Tak hanya itu, PKI juga ingin pemerintah Indonesia berubah menjadi pemerintahan komunis.

G30S PKI dipimpin oleh Dipa Aidit ketua pada saat itu. Ketua gerakan ini sangat gencar memberikan hasutan kepada seluruh warga Indonesia agar mendukung PKI dengan iming-iming Indonesia akan lebih maju dan sentosa jika dibawah kekuasaan PKI.

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Gerakan tersebut mengincar Perwira Tinggi TNI AD Indonesia. Mereka menangkap enam orang dari anggota perwira tersebut. Namun 3 orang diantaranya langsung dibunuh di rumahnya. Sementara yang lainnya dibawa paksa menuju Lubang Buaya. Semua jenazah perwira TNI AD ditemukan selang beberapa hari kemudian.

PAHLAWAN YANG GUGUR DALAM G30S PKI

Berikut ini adalah keenam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam tragedi G30S/PKI.

– Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
– Mayor Jendral Raden Soeprapto
– Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
– Mayor Jenderal Siswondo Parman
– Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
– Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Sedangkan Panglima TNI yaitu AH Nasution yang menjadi sasaran utama berhasil kabur dan meloloskan diri. Namun, putri dari AH Nasution yang bernama Ade Irma Nasution meninggal karena tertembak. Ia tewas bersama ajudannya yang bernama Lettu Pierre Andreas Tendean yang diculik dan ditembak di Lubang Buaya.

Keenam jenderal yang sudah disebutkan di atas dan juga Lettu Pierre Tendean kini ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Sejak diresmikannya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar tersebut sudah diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Tak hanya itu, beberapa orang lainnya yang menjadi korban dari peristiwa pembunuhan di Jakarta dan Yogyakarta. Berikut adalah daftar nama-namanya:
– Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun
– Kolonel Katamso Darmokusumo
– Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto

PASCA G30S PKI

Setelah terjadinya tragedi G30S/PKI, Soekarno kemudian memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk menghilangkan dan membersihkan semua unsur pemerintahan dari pengaruh Partai Komunis Indonesia. Hal tersebut dilakukan atas desakan warga Indonesia karena menganggap peristiwa tersebut sudah memberikan luka mendalam bagi merek. Setelah diperintah Soekarno, Soeharto langsung bergerak dengan sigap. Setelah itu, PKI dinyatakan sebagai penggerak dari adanya kudeta dan kemudian pada dalang dibelakangnya diburu dan ditangkap. Termasuk juga DN Aidit yang sempat lari dan kabur ke Jawa Tengah. Namun kemudian Ia berhasil ditangkap.

Selain itu, anggota organisasi lain yang dianggap sebagai simpatisan atau yang berkaitan dengan PKI juga ditangkap. Organisasi tersebut antara lain CGMI, Lekra, Pemuda Rakyat, Gerakan Wanita Indonesia, Barisan Tani Indonesia, dan lainnya. Berbagai macam kelompok masyarakat juga ikut menghancurkan markas PKi yang berada di berbagai daerah. Mereka juga menyerang berbagai lembaga, kantor, toko, dan juga universitas yang dianggap berkaitan dengan PKI.

Di akhir tahun 1965, diperkirakan ada sekitar 500 ribu sampai satu juta anggota serta pendukung PKI yang diduga menjadi korban pembunuhan. Sementara ratusan ribu lainnya diasingkan di dalam kamp konsentrasi.

PERINGATAN G30S PKI PADA JAMAN ORDE BARU

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Di era pemerintahan Presiden Soeharto, Gerakan G30S PKI ini selalu diperingati setiap tanggal 30 September. Tak hanya itu, di tanggal 1 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Hal tersebut dilakukan sebagai cara untuk mengenang jasa ketujuh Pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam tragedi tersebut. Presiden Soeharto juga sempat menggagas dibangunnya Monumen Pancasila Sakti di wilayah Lubang Buaya, Jakarta Timur.

DIJADIKAN FILM PROPAGANDA

Di tahun 1984, telah rilis dokudrama propaganda mengenai tragedi ini yang berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI resmi dirilis. Film tersebut diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara yang ketika itu dipimpin langsung oleh Brigjen G. Dwipayana yang juga anggota dari kepresidenan Soeharto. Produksi film tersebut menghabiskan biaya sebesar 800 juta.

Banyak yang menduga bahwa film tersebut ditujukan sebagai propaganda politik, melihat dari latar belakang produksi filmnya. Terlebih lagi di era Presiden Soeharto, film tersebut menjadi sebuah tontonan wajib bagi para anak sekolah. Dimana selalu ditayangkan di TVRI setiap tanggal 30 September malam. Namun sejak Presiden Soeharto lengser dari jabatannya pada tahun 1998, film yang digarap oleh Arifin C. Noer berhenti ditayangkan di TVRI. Hal tersebut terjadi karena adanya desakan masyarakat yang menilai bahwa film tersebut tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

 

Tags:
#indonesia#sejarah#komunis#g30s pki#cerita
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…
Mengenal Sejarah G30S PKI. Peristiwa Sejarah Pahit Bagi Pemerintah Indonesia. | Suara Pantura | Suara Pantura