Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Kisah Singkat Perjalanan Hidup Presiden Soeharto atau Pak Harto, Dari Kecil Hingga Wafat

Andri Susanto•
Sejarah

SuaraPantura.com - Presiden Soeharto yang akrab disapa Pak Harto adalah Presiden kedua Republik Indonesia.

Presiden Soeharto atau Pak Harto lahir di Desa Kemusuk, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921.

Ayah dari Presiden Soeharto atau Pak Harto bernama Kertosudiro yang merupakan seorang petani dan juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Masa Kecil
Soeharto mulai sekolah saat berumur delapan tahun, tetapi sering pindah. Awalnya ia disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul.

Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Menjadi Tentara
Presdien Soeharto terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Keluarga
Pak Harto menikah pada tahun 1947 dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran yang akrab disapa Ibu Tien.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun.

Pak Harto dan Ibu Tien dikaruniai 6 anak yakni:

  1. Siti Hardiyanti Hastuti (Tutut)
  2. Sigit Harjojudanto
  3. Bambang Trihatmodjo
  4. Siti Hediati Harijadi (Titiek)
  5. Hutomo Mandala Putra (Tommy)
  6. Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek)

Perjalanan Karir
Pak Harto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala saat pembebasan Irian Barat.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno.

Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968.

Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu dan total menjadi presiden Indonesia selama kurang lebih 32 tahun.

Mengundurkan Diri
Meskipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode 1998–2003, Pak Harto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh parlemen untuk ketujuh kalinya di Maret 1998.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada pendudukan gedung DPR/MPR RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia.

Pemerintahan kemudian dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, B. J. Habibie.

Pak Harto Wafat
Setelah dirawat selama 24 hari di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, Presiden Soeharto akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 27 Januari 2006. Soeharto meninggal pada pukul 13.10 siang dalam usia 87 tahun.

Demikian biografi singkat Presiden Soeharto atau yang lebih akrab disapa Pak Harto, Presiden ke 2 Republik Indonesia.

Pak Harto dimakamkan di Pemakaman Astana Giri Bangun, Desa Girilayu Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar pada tanggal 28 Januari 2008 sekitar pukul 12.00 WIB.

Astana Giri Bangun merupakan makam keluarga yang terletak di lereng Gungung Lawu pada ketinggian sekitar 660 mdpl.***

Tags:
#presiden#cerita#meninggal#biografi#kisah#wafat#soeharto#pak harto#ke dua#ibu tien
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…