Memuat...IDR/USD 16.285▼ 0.12%IHSG 7.842,11▲ 0.64%Emas Rp 1.384.000/grJakarta 29°C ☁

Mengenal 10 Istri Presiden Soekarno yang Belum banyak Orang Tau. Nomor 5 Kok Hilang Dari Sejarah?

Ulul Abshar•
Sejarah

SuaraPantura.com - Ir Soekarno atau Bung Karno merupakan Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus bapak proklamator.

Selain dikenal sebagai Presiden, Ir Soekarno Juga dikenal memiliki banyak istri, bahkan ada istrinya yang merupakan warga negara Jepang.

Tau gak sih kamu, Ir Soekarno semasa hidupnya sudah menikah berapa kali?

Sebagian orang hanya tau Ibu Fatmawati dan Ibu Ratna Sari Dewi saja yang mejadi istri Ir Soekarno. Rupanya semasa hidupnya Ir Soekarno pernah menikah dengan 10 wanita loh.

Siapa istri Presiden Soekarno? Berapa istri Presiden Soekarno?

Berikut ini 10 Istri Presiden Soekarno

1. Siti Oetari (1921–1923)

Siti Oetari dengan nama lengkap Siti Oetari Tjokroaminoto adalah istri pertama Ir Soekarno. Ia dinikahi Ir Soekarno pada 1921 di Surabaya. Ketika menikah usia Ir Soekarno baru 20 tahun sementara Siti Oetari masih 16 tahun.

Siti Oetari merupakan putri guru HOS Tjokroaminoto. Bung Karno menikahi Siti Oetari untuk meringankan beban keluarga Tjokro. Kala itu istri Tjokro baru saja meninggal. Ir Soekarno tidak mencintai Siti Oetari sebagaimana seorang suami mencintai istrinya.

Begitu pula Siti Oetari. Dunia pergerakan Ir Soekarno dan dunia kanak-kanak Siti Oetari terlalu berseberangan. Hubungan mereka pun lebih seperti kakak-adik. Pernikahan Presiden Soekarno dan Siti Oetari hanya sampai dua tahun. Ir Soekarno menceraikan Siti Oetari tak lama setelah kuliah di Bandung.

2. Inggit Garnasih (1923-1943)

Ir Soekarno semasa kuliahnya pernah kos di Bandung. Sejak awal pertemuan di rumah Inggit Garnasih, Ir Soekarno sudah mengagumi sosok Inggit yang matang dan cantik. Presiden Soekarno saat itu berusia 20 tahun dan Inggit berusia 33 tahun.

Pernikahan Inggit Garnasih dengan Sanusi (suaminya) pun tidak bahagia. Presiden Soekarno merebut Inggit dari suaminya dan menikah tahun 1923. Inggit mendampingi Soekarno dalam suka dan duka selama hampir 20 tahun. Pernikahan Presiden Soekarno dan Inggit tidak dikaruniai anak. Pada 1943, Ir Soekarno menceraikan Inggit Garnasih yang tak mau dimadu.

3. Fatmawati (1943-1956)

Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta
Baca Juga · Sejarah
Fakta Pertempuran Thermopylae 300 Sparta

Pada waktu Ir Soekarno dibuang di Bengkulu, Presiden Soekarno bertemu Fatmawati. Gadis muda ini adalah putri tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Usia Presiden Soekarno waktu itu 22 tahun lebih tua dari Fatmawati.

Hubungan dengan Fatmawati membuat pernikahan Ir Soekarno dengan Inggit Garnasih berakhir. Inggit Garnasih menolak dipoligami dan memilih pulang ke Bandung.

Padal 1 Juni 1943, Ir Soekarno dan Fatmawati menikah. Presiden Soekarno berusia 42 tahun dan Fatma 20 tahun. Setelah Indonesia merdeka, Fatmawati menjadi ibu negara pertama. Dia juga yang menjahit bendera pusaka merah putih.

Dari Fatmawati, Presiden Soekarno mendapatkan lima orang anak, yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

4. Hartini (1952–1970)

Hartini adalah wanita setia yang sempat mengisi hidup Presiden Soekarno. Saat dipinang oleh sang proklamator pada 1953, Hartini berumur 29 tahun dan berstatus janda lima anak. Pernikahan keduanya diawali oleh pertemuan di Candi Prambanan, Jawa Tengah, saat sang kepala negara mengadakan kunjungan kerja.

Sumber lain menyebutkan, pertemuan di candi itu adalah kelanjutan cinta pandangan pertama keduanya di rumah dinas Wali Kota Salatiga, setahun sebelumnya.

Dari Ir Soekarno, Hartini melahirkan dua anak, yakni Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra. Hartini tetap menjadi istri saat masa kekuasaannya Ir Soekarno sudah memasuki usia senja.

Hartini juga tetap mempertahankan status pernikahan hingga ajal menjemput Presiden Soekarno. Di pangkuan Hartini, Ir Soekarno kabarnya menghembuskan napas terakhirnya di RS Gatot Subroto pada 21 Juni 1970.

5. Saliku Maesaroh (1958–1959)

Tidak seperti Fatmawati, Sakiko Kanase atau Saliku Maesaroh merupakan istri Presiden Soekarno yang paling banyak tidak dikenal orang.

Saliku Maesaroh adalah seorang wanita Jepang yang berhasil meluluhkan hati Ir Soekarno. Pada awal pertemuannya dengan Presiden Soekarno, Sakiko Kanase adalah seorang model kala itu

Dia merupakan istri kelima Ir Soekarno yang dinikahi pada 1958. Wanita Jepang ini bahkan telah memeluk agama Islam dan memiliki nama Indonesia Saliku Maesaroh. Sayang, Maesaroh mati muda.

Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo
Baca Juga · Sejarah
Catacombe dei Cappuccini: Fakta Pemakaman Palermo

Berdasarkan informasi yang didapat, meninggalnya Saliku Maesaroh dilatari api cemburu, Sakiko akhirnya bunuh diri, mengiris urat nadinya.

6. Kartini Manopo (1959–1968)

Sosok wanita ini merupakan salah satu istri yang paling dicintai oleh Presiden Soekarno. Menikah dengan Kartini Manoppo pada 1959, Bung Karno dikarunia anak Totok Suryawan Soekarno pada 1967.

Awal mula Bung Karno jatuh hati pada wanita yang pernah jadi pramugari Garuda Indonesia itu saat melihat lukisan karya Basuki Abdullah. Sejak saat itu, Kartini tak pernah absen tiap kali Bung Karno pergi ke luar negeri.

Kartini merupakan wanita asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dia terlahir dari keluarga terhormat, sehingga Kartini menutup rapat-rapat pernikahannya dengan Bung Karno.

7. Ratna Sari Dewi (1962–1970)

Ratna Sari Dewi yang lahir dengan nama Naoko Nemoto di Tokyo, 6 Februari 1940, dinikahi Ir Soekarno saat usianya masih 19 tahun. Dari Ir Soekarno, yang ketika itu berumur 57 tahun, Dewi mempunyai satu anak yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno.

Kisah pertemuan Presiden Soekarno dan Ratna Sari Dewi cukup menarik. Gadis Jepang itu berkenalan dengan Ir Soekarno lewat seseorang ketika Bung Karno berada di Hotel Imperial, Tokyo. Sebelum menjadi istri Ir Soekarno, Dewi adalah seorang pelajar sekaligus entertainer.

Dalam 'A Life in the Day of Madame Dewi' diceritakan, setelah bercerai dengan Ir Soekarno, Ratna Sari Dewi kemudian pindah ke berbagai negara di Eropa termasuk Swiss, Perancis, dan Amerika Serikat. Pada 2008, ia menetap di Shibuya, Tokyo, Jepang.

Dewi pernah membuat kontroversi pada 1998, saat dia berpose untuk sebuah buku foto berjudul 'Madame Syuga'. Di buku itu, ditampilkan Dewi dengan pose-pose setengah bugil dan menampakkan seperti tato. Dewi saat ini kabarnya masih menetap di Tokyo, Jepang.

8. Haryati (1963-1966)

Sebelum dinikahi Presiden Soekarno pada 1963, Haryati adalah mantan penari istana sekaligus Staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian. Karena pekerjaannya itulah, Haryati dekat dengan sang proklamator.

Melihat kecantikan Haryati, Presiden Soekarno bak arjuna yang tak henti mengirim rayuan kepada wanita berusia 23 tahun itu. Bahkan, status Haryati sebagai kekasih orang lain, tak membuat Ir Soekarno mundur untuk meluapkan rasa cintanya.

Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru
Baca Juga · Sejarah
Fakta Unik Ollantaytambo, Kota Inka Bersejarah di Peru

Hati Haryati pun akhirnya jebol dan tak kuasa menolak pinangan sang kepala negara. Presiden Soekarno dan Haryati akhirnya menikah pada 21 Mei 1963. Namun selang tiga tahun, Haryati diceraikan tanpa anak. Soekarno beralasan sudah tidak cocok.

9. Yurike Sanger (1964–1968)

Pertama kali Presiden Soekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada 1963. Kala itu Yurike masih yang masih berstatus pelajar menjadi salah satu anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara Kenegaraan.

Pertemuan itu rupanya langsung menarik perhatian Bung Karno. Perhatian ekstra diberikan sang Presiden kepada gadis bau kencur itu, mulai dari diajak bicara, duduk berdampingan sampai diantar pulang ke rumah.

Rupanya, benih-benih cinta sudah mulai di antara keduanya. Singkat waktu, Bung Karno menyatakan perasaannya dan menyampaikan ingin menikah Yurike. Akhirnya, Bung Karno menemui orangtua Yurike. Pada 6 Agustus 1964, dua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu menikah secara islam di rumah Yurike. Berjalannya waktu, ternyata pernikahan ketujuh Sang Proklamator berjalan singkat.

Kondisi Bung Karno pada 1967 yang secara de facto dimakzulkan sebagai Presiden, berdampak pada kehidupan pribadi. Didasari rasa cinta yang luar biasa, Bung Karno yang menjadi tahanan rumah di Wisma Yoso menyarankan agar Yurike meminta cerai. Akhirnya perceraian itu terjadi, meski keduanya masih saling cinta.

10. Heldy Djafar (1966–1969)

Heldy Djafar merupakan istri terakhir Presiden Soekarno yang kesepuluh. Keduanya menikah pada 1966, kala itu Bung Karno berusia 65 tahun sedangkan Heldy gadis asal Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur itu, masih berusia 18 tahun.

Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun. Saat itu situasi politik sudah semakin tidak menentu. Komunikasi tak berjalan lancar setelah Ir Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Heldy Djafar sempat mengucap ingin berpisah, tetapi Ir Soekarno bertahan. Presiden Soekarno hanya ingin dipisahkan oleh maut.

Akhirnya, pada 19 Juni 1968 Heldy Djafar 21 tahun menikah lagi dengan Gusti Suriansyah Noor. Kala itu Heldy Djafar yang sedang hamil tua mendapat kabar Presiden Soekarno wafat. Heldy Djafar baru saja meninggal dunia pada Senin, 11 Oktober 2021. Dari pernikahannya dengan Gusti, ia mempunyai enam orang anak serta sejumlah cucu dan cicit.

Salah seorang anaknya, Maya Firanti Noor, pernah menikah dengan Ari Sigit, cucu Presiden ke-2 RI, Ir Soeharto. Maya dan Ari menikah pada 1989 tapi kemudian bercerai pada 2001.

Itulah tadi 10 istri Presiden Soekarno.

Untuk membaca berita Suara Pantura lainya silahkan klik link BACA BERITA.***

Tags:
#jepang#indonesia#bung karno#fatmawati#inggit garnasih#presiden soekarno#ir soekarno#heldy djafar#ratna sari dewi#suara pantura#hartini#siti oetari#yurike sanger#saliku maesaroh#berapa istri presiden soekarno#siapa istri presiden soekarno#kartini manopo#haryati
Bagikan:Facebook𝕏 / TwitterWhatsApp

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar

Memuat verifikasi keamanan…