SuaraPantura.com - Terkait dengan kasus Bus masuk jurang di Guci Tegal, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan laporan final investigasi kejadian tersebut.
Sempat ramai beredar bahwa penyebab kecelakaan tersebut adalah akibat tuas rem tangan yang dimainkan oleh anak-anak saat di parkiran.
Namun, benarkah begitu?
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa kecelakaan bus tersebut terjadi akibat beberapa faktor.
Bus saat itu parkir di tempat dengan posisi kemiringan kritis dan tanah yang tidak stabil.
Bus itu hanya mengandalkan sistem rem parkir untuk mempertahankan posisi dan dua ganjal roda, baik roda depan maupun belakang.
Kondisi tanah yang gembur menyebabkan ganjar roda amblas apalagi dengan penambahan beban muatan yakni ketika para penumpang mulai naik.
Dengan penambahan beban barang dan penumpang di dalam bus lebih kurang 2,8 ton, pengereman tangan pun berubah dari statis ke dinamis.
Maka rem tangan atau rem parkir tidak mampu menahan laju bus yang saat itu tergelincir.
KNKT menyarankan jika bus harus diparkirkan di jalan menurun atau menanjak, sopirnya harus mencari tanah yang padat.
Selain itu juga harus parkir dalam posisi yang benar, aktifkan rem parkir, pastikan tabung angin terisi penuh, matikan mesin, masukkan ke gigi mundur (return), dan pasang ganjal minimal di roda yang bebas.***