SuaraPantura.com - Pasca bencana tanah longsor di Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang Jawa Tengah pada hari minggu 3 maret 2024, beberapa hari yang lalu sisakan duka bagi para korban tanah longsor.
Dari pantauan SuaraPantura.com sat mengikuti acara penyaluran bantuan untuk korban tanah longsor dari Alfamaret yang bekerja sama dengan persatuan wartawan indonesia (PWI) Pemalang, lokasi saat ini terlihat sangat memilukan. Jumat, 8 Maret 2024
Dari data yang diperoleh, sedikitnya terdapat 18 kepala keluarga di ungsikan, sejumlah 103 orang yang terdiri dari lansia anak anak hingga balita.
Menurut Kepala Desa Tundagan Nurul Humam melalui Kepala Dusun (Kadus) IV Hadi Syafa'at mengatakan untuk sementara korban di ungsikan mengingat curah hujan yang masih tinggi.
"Sementara warga sekitar kami imbau untuk tetap siaga dan ber hati-hati, sedangkan dipengunsian sedikutnya ada 18 kepala keluarga yang berjumlah 103 orang yang terdiri dari orang tua, lansia anak-anak bahkan balita", ujarnya.
Hadi menambahkan dengan kejadian bencana tanah longsor sedikitnya ada 12 rumah rusak parah dan 6 rumah yang tertimbun longsoran hingga rata dengan tanah, hingga menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupuah.
"Dari kejadian bencana ini terdapat 12 rumah rusak parah dan 6 rumah tertimbun longsoran tanah, untuk kerugian kami masih identifikasi, namun perkiraan hingga ratusan juta rupiah", imbuhnya.
Tidak hanya merusak puluhan rumah, bencana tanah longsor Desa Tundagan Kecamatan Watukumpul tersebut merusak satu bangunan sekolah hingga sementara siswa siswinya di liburkan.
Hingga berita ini di turunkan pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pemalang belum bisa di konfirmasi, perihal di liburkanya anak sekolah mengingat saat ini siswa sedang dalam tahap ulangan tengah semester (UTS).
Abimanyu***