SuaraPantura.com - Menyambut hari kemerdekaan Rebublik Indonesi yang ke 79 tahun, dan tasyakuran 10 suro Pemerintah Desa Bojongnangka adakan Festival kirab budaya hasil bumi.
Dalam acara festival budaya kirab gunungan hasil bumi tersebut di selenggarakan oleh pemerintah Desa Bojongnangka yang di sambut antusias warga masyarakat. Jumat. 2 Agustus 2024.
Menurut kepala Desa Bojongnangka Wahmu saat di wawancarai oleh beberapa awak media mengatakan, bahwa maksud dan tujuan di adakanya vestifal budaya tersebut semata mata hanya ungkapan rasa sukur terhadap sang maha pencipta.
"Perayaan dan acara ini semata mata adalah ungkapan rasa sukur kami terhadap tuhan yang maha esa, atas nikmat serta karunia limpahan hasil bumi desa kami tahun ini", ujarnya.
Wahmu menambahkan bahwa acara kirab hasil bumi tersebut sudah kedua kalinya dan akan menjadi agenda acara tahunan, adapun makna 10 gunungan tidak lain adalah mewakili wilayah Desa Bojongnangka yang terdapat 10 dukuh (RW).
"Tahun ini sudah kedua kalinya dan insya Allah acara kirab dan vestifal akan kami jadikan acara rutin setiap tahun sekali, adapun 10 gunungan tersebut mewakili 10 dukuh (RW) yang ada di Desa Bojongnangka in", terangnya.
Kepala Desa menambahkan dari 10 gunungan tersebut terdapat 1 gunungan yang ikut di arak dalam acara festival budaya oleh Pemdes Bojongnangka yakni gunungan yang berisikan puluhan pusaka peninggalan leluhur Desa Bojongnangka.
"Yang di bawa oleh perangkat Desa Bojongnangka itu adalah beberapa pusaka milik Desa, yang sudah turun temurun dari para leluhur kami, mayoritah pusaka tersebut berumur puluhan hingga ratusan tahun", paparnya.
Abimanyu