SuaraPantura.com — Warga mengeluhkan kondisi bekas galian pipa milik Perumda Air Minum Tirta Mulia yang tak kunjung diperbaiki. Galian tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Sejumlah titik bekas galian tampak hanya ditimbun dengan tanah tanpa dilakukan pengaspalan ulang. Akibatnya, jalan menjadi tidak rata, berlubang, dan rawan genangan air, terutama saat turun hujan.
“Kalau hujan, lubangnya tergenang dan banyak motor oleng. Banyak yang nyaris jatuh, apalagi malam hari karena gelap dan tidak ada tanda,” ujar Roni (37), warga Pelutan, Senin 16 Juni 2025.
Pengguna jalan juga menyoroti minimnya rambu peringatan yang dipasang di sekitar lokasi galian. Beberapa lubang bahkan telah dibiarkan terbuka selama berbulan-bulan tanpa tindak lanjut yang jelas dari pihak pelaksana proyek.
“Kami mendukung perbaikan jaringan air, tapi jangan abaikan keselamatan pengguna jalan. Harusnya begitu selesai gali, langsung diperbaiki jalannya, apa lagi pas puntu keluar POM bensin” tambah Roni.
Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya kurangnya koordinasi antara pihak PDAM, kontraktor pelaksana, dan dinas teknis terkait, seperti Dinas PUPR Kabupaten Pemalang.
Warga berharap ada pengawasan lebih ketat agar setiap proyek galian yang dilakukan tidak meninggalkan dampak negatif terhadap infrastruktur jalan umum.
“Jangan sampai proyek infrastruktur air justru membahayakan masyarakat. Kalau tidak diawasi, ini bisa jadi potensi kecelakaan,” ucap Iwan, salah satu pengendara motor yang hampir jatuh.
Warga mendesak Dinas terkait untuk segera melakukan, Perbaikan permanen terhadap jalan bekas galian yang sudah lama tidak kunjung di perbaiki.
Sementara itu,, pihak PDAM Tirta Mulia melalui bagian Humas memberikan keterangan bahwa proyek tersebut sudah bukan lagi tanggung jawab pihak PDAM.
"Betul itu proyek bekas galian PDAM pada tahun 2022, namun sudah bukan tanggung jawab kami lagi, itu sudah murni tanggung jawab pihak Dinas pekerjaan umum", ujar Humas Perumda Air Minum Tirta Mulia.
Abimanyu