SuaraPantura.com - Objek wisata pemandian air panas Pancuran 13 dan Kolam Renang Barokah Guci Kabupaten Tegal seringkali dijadikan tempat persinggahan terakhir para peziarah. Menurut supervisor bidang pemasaran Pancuran 13 dan Kolam Renang Barokah, Rifkhan Hamdi, mayoritas para peziarah yang berkunjung berasal dari luar daerah.
"Objek wisata kami seringkali dijadikan tempat persinggahan terakhir para peziarah, mayoritas dari luar Kota. Namun pengunjung dari Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes tetap mendominasi Pancuran 13 dan Kolam Renang Barokah," ucap Hamdi saat ditemui Suara Pantura, Minggu (26/10/2025) pagi.
Pemandian air panas Pancuran 13 merupakan tempat wisata yang paling dikenal dan banyak diminati saat berkunjung ke Guci Kabupaten Tegal. Pasalnya tempat wisata tersebut merupakan yang paling lama dan bersejarah karena termasuk kawasan konservasi.
"Keindahan pemandangan alam yang natural dipadukan dengan pemandian pancuran air panas yang mengandung belerang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit gatal, nyeri, pegal-pegal dan sakit kepala," terang Hamdi.
Pada hari Minggu dan libur nasional puncak keramaian tempat wisata ini, lanjut Hamdi, dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Dia menghimbau kepada masyarakat yang hendak berkunjung agar menghindari jam tersebut jika tidak ingin mengalami kemacetan saat masuk objek wisata tersebut.
"Pada hari Minggu biasanya pengunjung berkisar 1.500 - 1.800 orang, mayoritas didominasi oleh Ibu - Ibu. Bagi masyarakat yang hendak berkunjung kesini dan ingin menghindari kepadatan pengunjung silakan datang diluar waktu diluar waktu itu," pungkasnya.
Salah satu pengunjung asal Cakung Kota Jakarta Timur, Listiana saat ditemui Suara Pantura mengaku berkunjung ke tempat wisata Pancuran 13 Guci pasca melakukan perjalanan ziarah menuju Kota Demak.
"Sampai di Kabupaten Tegal tadi malam, kemudian saya bersama rombongan menginap di hotel, paginya langsung kesini (objek wisata Pancuran 13 Guci), setelah ini kemungkinan nanti siang langsung perjalanan pulang," ucap Listiana.
wartawan : Pranoto Susilo