SuaraPantura.com - Dunia metaverse disebut mampu mengacaukan masa depan banyak hal di muka bumi ini.
Hal ini disampaikan oleh salah satu pakar dari Jefferies, bank investasi multinasional independen Amerika,
Namun perdiri facebook Mark Zuckerberg menjelaskan bahwa duni virtual ini adalah ruang manusia untuk menjalankan aktivitas seperti biasa seperti bekerja, bermain game, transaksi dan lain sebagainya.
Dunia metaverse kini banyak menarik perhatian investor besar.
Dilansir dari Suaramerdeka.com, dalam " Pakar Sebut Metaverse Berpotensi Mengacaukan Hidup Manusia, Benarkah"
Disebutkan ahwa dalam dunia Metaverse, pengguna dapat saling berinteraksi di dunia virtual dalam bentuk avatar. Tentunya, hal ini menjadi perhatian bagi para investor untuk mengembangkan teknologi Metaverse ini.
Dunia Metaverse semakin menunjukkan eksistensinya kala perubahan nama Facebook diganti menjadi Meta. Perubahan nama Meta ini menunjukkan kesiapan mereka dalam mengembangkan bisnis digital dalam Dunia Metaverse.
Salah satu pakar dari Jefferies, bank investasi multinasional independen Amerika, menyebut hal itu bisa menjadi gangguan terbesar pada cara hidup manusia.
"Satu Metaverse bisa lebih dari satu dekade, tetapi seiring perkembangannya, ia berpotensi mengacaukan hampir semua hal dalam kehidupan manusia," tulis para analis, yang dipimpin oleh Ahli Strategi Ekuitas, Simon Powell, dikutip dari Giwangkara.
Adapun fokus permasalahannya adalah, menurut Powell, pada awalnya investor harus berkonsentrasi pada perangkat keras yang diperlukan untuk menciptakan Metaverse di internet.
Selanjutnya, investor harus memperhatikan perangkat lunak yang akan menampung Metaverse tersebut. Setelah itu, baru mereka fokus pada bisnis yang terlibat erat di dalamnya.
Belum lagi, masih belum adanya kejelasan bentuk Metaverse yang akan diambil bisa menjadi penyebab masalah lainnya muncul.
Adapun kemungkinan sektor yang akan berhasil di dunia digital tersebut menurut Jefferies adalah game. Hal ini disebabkan jutaan gen Z dan milenial telah memainkan game yang mirip dengan Metaverse, yaitu Roblox dan sejenisnya.
Tidak hanya itu, bank investasi itu menganggap teknologi blockchain yang akan berperan besar dalam Metaverse.
Meskipun demikian, tercatat banyak tanah di Metaverse yang berhasil terjual dan dibeli oleh investor atau hanya tertarik dan berencana untuk menaruh investasi berikut mereka di sana.
Salah satunya investor yang sangat serius dengan proyek ini adalah Morgan Stanley.
Morgan Stanley adalah sebuah perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional asal Amerika, yang membuat pernyataan pada November lalu dengan menyebut Metaverse sebagai rencana besar berikutnya dalam berinvestasi.
So, seperti apa realisasi dunia Metaverse nanti? Kita tunggu saja
***
( Arista nur risky-Suaramerdeka.com)