SuaraPantura.com - Pengguna smartphone pasti tidak asing dengan GPS yang merupakan kependekan dari Global Positioning System.
Bagi pengguna smartphone, dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya cukup akrab dengan GPS atau Global Positioning System ini baik disadari maupun tidak.
Saat mendownload aplikasi di smartphone kita pun kerap mengizinkan aplikasi mengakses lokasi melalui GPS atau Global Positioning System namun kadang tidak kita sadari.
GPS bermula dari penemuan para ilmuwan Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat. Di tahun 1957, ilmuwan MIT menemukan frekuensi sinyal radio satelit Sputnik Rusia yang naik turun saat mendekat dan menjauh. Efeknya sama seperti mendengar suara klakson yang berubah seiring mobil melaju.
Penemuan tersebut menghasilkan gagasan besar. Satelit dapat dilacak dari darat dengan mengukur frekuensi sinyal radio yang mereka pancarkan.
Sebaliknya, lokasi penerima di darat dapat dilacak berdasarkan jarak dari satelit. Dari situlah muncul ide untuk menciptakan sistem navigasi berbasis sinyal satelit yang kita sebut dengan GPS.
Sistem navigasi GPS pertama kali dirancang pada tahun 1970 oleh Departemen Pertahanan Militer Amerika Serikat. Sebelum GPS diciptakan, militer Amerika telah memiliki beberapa jenis sistem navigasi, di antaranya LORAN (Long Range Radio Navigation), VOR (VHF Omni-directional Radio) dan OMEGA.
Tapi keakuratan sistem navigasi tersebut masih lemah dan tak mampu menjangkau skala global. Oleh karenanya, penemuan GPS adalah terobosan baru dan termutakhir dalam sistem navigasi militer.
Di tahun 1974, satelit GPS pertama diluncurkan di Amerika, disusul oleh beberapa satelit di tahun-tahun berikutnya. Semua satelit yang diluncurkan ke angkasa membentuk konstelasi yang menjangkau segala penjuru.
Barulah di tahun 1994, para ilmuwan mengumumkan sistem GPS telah dapat beroperasi sepenuhnya.
Sosok yang paling berpengaruh dalam penemuan teknologi GPS adalah Ivan Getting, salah satu ilmuwan MIT. Getting memiliki konsep dan gagasan besar tentang pemanfaatan sinyal radio yang dipancarkan satelit Sputnik.
Alhasil saat dia mengusulkan rancangan sistem GPS, pemerintah Amerika bersedia menggelontorkan dana besar untuk membangun sistem GPS.
Di bawah arahan Dr. Getting pula, insinyur dan ilmuwan Aerospace mempelajari penggunaan satelit sebagai dasar sistem navigasi untuk kendaraan yang bergerak cepat dalam gambaran tiga dimensi, yang pada akhirnya mengembangkan konsep yang penting bagi teknologi GPS.
Di tahun 1999, perusahaan ponsel Benefon meluncurkan ponsel pertama yang dilengkapi layanan GPS komersil, ponsel tersebut dijuluki Benefon Esc.
Dengan berkembangnya teknologi smartphone, penggunaan GPS ini makin banyak diaplikasikan terutama pada aplikasi pemetaan dan transportasi online.
Kita pun lebih mudah membagikan lokasi melalui aplikasi chat seperti WhatsApp dan aplikasi lainnya.***