SuaraPantura.com - Honda Win, siapa yang tak kenal dengan merek kendaraan roda dua yang satu ini.
Pada masanya Honda Win kerap digunakan sebagai kendaraan dinas operasional beberapa instansi.
Karenanya Honda Win sangat dekat dengan masyarakat Indonesia kala itu bahkan hingga saat ini.
Beberapa instansi yang menggunakan Honda Win seperti Mantri BRI, BPS, Dinas Kehutanan, Pegadaian, Pemda, Kantor Pos, Polisi dan TNI serta beberapa instansi lainnya.
Warnanya Honda Win sangat bervariatif, putih, biru, biru navy, hijau, oranye, dan cokelat.
Mengusung kode MCB, Honda Win keluar dengan 2 versi. Pertama dengan model semi-trail aka semi-offroad dan yang kedua adalah versi jalan raya, full onroad.
Era 1984–1989
Honda Win petama kali muncul di Indonesia dengan model semi trail, dengan 3 warna mulai dari warna merah, biru, dan hitam.
Pada zaman, itu Honda memberi nama masih Win saja, belum ada 100. Kubikasi mesin berkapasitas 97 cc ini sukses mengalahkan 2 bersaudara GL, GL Pro 145 cc, dan Gl Max 125cc.
Era 1990–2000
Model tahun 1990, penamaan motor sudah ada tambahan 100 nya, menjadi WIN 100. Blok mesin sudah warna silver.
Banyaknya para pegawai negrei mengendarai motor ini dikarenakan bensinnya yang sangat irit. Dilengkapi dengan tangki bensin 8 liter, motor ini dapat menempuh sekitar 50 km dengan 1 liter bensin.
Era 2000–2005
Model tahun 2000an, muncul tetap dalam dua varian. Perubahan yang terjadi ada pada sisi spakbor depan-belakang & tutup pelindung rantai yang awalnya besi berubah menjadi plastik.
Itulah sejarah Honda Win dari masa ke masa, motor yang jadi idola pada masanya. Honda Win menjadi bukti kuatnya industri manufaktur di Indonesia. Dalam masa hidup selama 21 tahun itu, semua komponen Honda Win diproduksi sendiri oleh PT Federal Motor di Indonesia.
Tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri tapi juga untuk diekspor ke negara tetangga seperti Vietnam dan Thailand. Mantap Honda Win.
Nantikan seri pengetahuan umum lainnya di Suara Pantura dengan mengikuti update dengan cara KLIK DI SINI.***