SuaraPantura.com - Sebuah foto anak laki-laki Jepang menggendong jenazah adiknya sempat viral di jagat maya. Foto itu sebenarnya berudul The Standing Boy from Nagasaki.
Pada keterangan foto anak laki-laki jepang menggendong jenazah adiknya tersebut banyak mengunggah kata-kata tambahan sendiri pada foto The Standing Boy from Nagasaki.
Namun semua mengatakan foto anak laki-laki Jepang menggendong jenazah adiknya merupakan peristiwa setelah bom Nagasaki di Jepang tahun 1945 karena The Standing Boy from Nagasaki ini diambil di Nagasaki.
Ternyata foto anak laki-laki Jepang menggendong jenazah adiknya yang diberi nama The Standing Boy from Nagasaki ini memang benar terjadi di Jepang setelah bom Nagasaki.
Adalah Joe O'Donnell (1922-2007) seorang fotografer perang Amerika yang mengambil foto tersebut. Ia sampai di kota Sasebo di Prefektur Nagasaki pada bulan September 1945 dan ditugaskan mengambil foto di berbagai wilayah di kota Nagasaki dan Hiroshima yang terkena bom Atom.
Foto trsebut adalah foto anak laki-laki yang menggendong jenazah adiknya saat hendak dikremasi. Foto tersebut memang sangat meyentuh, begini kurang lebih O'Donnell menggambarkan situasinya saat itu:
Anak laki-laki itu dengan sabar menunggu tanpa menangis atau membuat gerakan lain sampai gilirannya tiba untuk memberikan adik laki-lakinya kepada staf krematorium.
Saat melihat mayat adiknya terbakar, dia menggigit bibir bawahnya begitu keras hingga dia mulai berdarah sambil berdiri dengan sikap layaknya seorang prajurit. Begitu mayat adik laki-laki ini berubah menjadi abu, dia berbalik dan pergi.
Nampak dalam foto anak laki-laki tanpa alas kaki dengan kaki penuh luka menggendong jenazah adiknya, menunggu untuk dikremasi.
Hingga kini tak ada yang tahu nama anak laki-laki dalam The Standing Boy From Nagasaki ini, namun foto dirinya yang menggendong adik nya yang sudah tidak bernyawa ini menjadi ikon tragedi kemanusiana bom atom Hiroshima dan Nagasaki.
Sebuah Tim di Jepang yang berusaha melakukan pencarian bahkan tidak berhasil menemukan siapa anak laki-laki dalam foto tersebut.
Hingga kini nama anak laki-laki Jepang menggendong jenazah adiknya ini tidak diketahui. Namun diperkirakan lokasinya agak jauh dari Nagasaki karena rerimbunan pohon di belakang foto anak tersebut menunjukan lokasinya tidak terdampak hebat bom atom.
Peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki ini memang menjadi tragedi kemanusiaan. Joe O'Donnell sendiri mengatakan selama di Jepang ia hanya melihat kesakitan dan penderitaan.
Diperkirakan bom nuklir yang dijatuhkan di Hiroshima menewaskan sekitar 160.000 orang, sedangkan di Nagasaki memakan korban sekitar 80.000 orang.***