SuaraPantura.com - Fenomena Gerhana Matahari akan terjadi pada tanggal 25 Oktober 2022.
Namun Gerhana Matahari ini ternyata tidak bisa dilihat dari Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Pusat Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang.
"Gerhana ini tidak dapat disaksikan di Indonesia karena wilayah ini tidak dilalui bayangan penumbra bulan," papar Andi, Senin 24 Oktober 2022.
Gerhana matahari tanggal 25 Oktober 2022 merupakan gerhana matahari sebagian yang akan terlihat dari Eropa , Ural dan Siberia Barat , Asia Tengah , Asia Barat , Asia Selatan dan dari timur laut Afrika .
Fase maksimal gerhana parsial akan terekam di Dataran Siberia Barat di Rusia dekat Nizhnevartovsk .
Gerhana matahari parsial terjadi di daerah kutub Bumi ketika pusat bayangan Bulan meleset dari Bumi.
Gerhana itu sendiri dimulai di Samudra Atlantik pada 08:58:20 Waktu Universal (GMT), yaitu sekitar 4:58 pagi EDT dan akan berakhir pada 09:01 EDT (1301 GMT).
Kemudian puncak gerhana akan terjadi pada pukul 7 pagi EDT (1100:09 GMT).
Puncak gerhana ini akan menghalangi 82% matahari karena bulan dan bintang tidak akan sejajar sempurna dengan Bumi seperti saat gerhana matahari total, seperti dijelaskan oleh ilmuwan gerhana, Fred Espenak.
***