SuaraPantura.com - Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia yang baru saja terjadi menjadi banyak berpengaruh terhadap penjualan kendaraan listrik.
Beberapa perusahaan kendaraan ternama di dunia seperti Tesla, Hyundai, Wuling, Toyota dan masih banyak lagi, sudah mulai mengenalkan produk kendaraan dengan tenaga listrik ataupun mobil hybrid yang masih bisa menggunakan bahan bakar minyak dan juga bisa menggunakan tenaga listrik.
Ternyata saat ini bukan hanya kendaraan pribadi saja yang menggunakan tenaga listrik, bahkan kendaraan niaga seperti bus kini sudah mulai beralih menggunakan tenaga listrik.
Contoh kendaraan bus yang sudah menggunakan tenaga listrik yaitu bus Trans Jakarta yang dimana sudah mulai menggunakan bus bertenaga listrik.
Kendaraan bus Trans Jakarta tenaga listrik tenyata cukup nyaman saat digunakan. Bus listrik yang digunakan Trans Jakarta saat ini, memang baru digunakan di kawasan perkotaan, tapi bisa saja terjadi dimasa depan akan ada bus listrik untuk jarak tempuh yang lebih jauh seperti tujuan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Dengan melihat kondisi pada saat ini, bus listrik masih belum ideal untuk dijadikan bus Antar kota Antar Provinsi (AKAP) dikarenakan kapasitas baterai dari bus listrik yang baru bisa menempuh jarak sejauh 300 km ditambah dengan fasilitas infrastruktur pengisian daya baterai yang belum tersebar yang menjadi beberapa kendala pada saat ini.
Patut diakui pada saat ini memang bus listrik sudah mulai digunakan sebagai bus Trans Jakarta dan sejauh ini mendapatkan penilaian yang sangat baik.
Jika melihat perkembangan bus listrik di luar negeri, hingga saat ini masih sedikit bahkan belum ditemui bus listrik yang digunakan untuk perjalanan jauh.
Bus listrik yang ideal harus dilihat antara tenaga, jarak tempuh dan waktu yang dibutukan untuk pengisian baterainya. Selain itu, harga bus listrik saat ini masih tergolong cukup tinggi.
Alasan itulah yang menjadi pertimbangan Perusahaan Otobus mengenai harga secara ekonomis yang menjadi kurang bagus.
Keterbatasan fasilitas yang ada pada saat ini belum bisa menarik minat pengusahan Perusahaan Otobus untuk mengalihkan armadanya menggunakan bus listrik.
Selain itu dengan adanya perkembangan teknologi baterai, mungkin pada saat nanti harga bus listri bisa ditekan sehingga bisa lebih terjangkau lagi.
Dengan berkembangnya teknologi baterai mungkin bisa jadi bus listrik bisa menempuh jarak yang jauh dengan. Namun patut diakui penggunaan bus listrik untuk Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) memang belum ideal.
Bisa jadi suatu saat ini menjadi terobosan baru untuk para pengusaha Perusahaan Otobus dalam keterbatasan bahan bakar minyak di tahun yang akan datang.
Baca berita Suara Pantura lainnya di sini klik GOOGLE BERITA.***