SuaraPantura.com - Bagi kalian yang mudik atau lewat Jepara, jangan lupa sempatkan waktu untukencoba turuk bintul yang dikenal lezat.
Jajanan ini secara umum berbentuk lonjong dengan ada taburan kacang tolo yang gurih dan menimbulkan rasa yang eksotis.
Seolah-seolah terdapat bekas bintul atau bengkal kecil. Rasa turuk bintul enak, kenyal dan gurih. Apalagi ditemani secangkir kopi dan teh hangat disantap kala pagi ataupun sore hari.
Jajanan turuk bintul kini masih bisa dijumpai di sejumlah pasar tradisional di Jepara.
Salah satunya di Pasar Welahan Kecamatan Welahan. Di sana masih banyak penjual turuk bintul dan disambangi banyak pembeli.
Turuk Bintul merupakan jajanan tradisional khas dari Kabupaten Jepara yang sejumlah orang menyukainya.
Makanan tradisional Jepara bernama Turuk Bintul ini mudah dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana.
Nama Turuk Bintul berasal dari kata Torok Bintul, "Torok" yang artinya taruh atau menaruh.
Seperti ungkapan torok nyawa yang artinya bertaruh nyawa.
Karena memasak beras ketan putih dapat dibilang gampang gampang susah, kadang matang tapi mentah di dalam.
Sehingga memasak beras ketan putih seperti sebuah pertaruhan.
Sedangkan "Bintul" artinya Bentol yang kemudian dinamakan Turuk Bintul.
Karena ketan yang dimasak ditaruh atau diberi campuran kacang tolo yang sehingga bentuk ketan seperti kena bentol-bentol.
Bahan-bahan utama Turuk Bintul adalah ketan putih, sedangkan bahan lainnya adalah santan kelapa, garam, beberapa lembar daun pandan, kelapa parut kasar, kacang tolo.
Perpaduan rasa di atas membuat sayang jika kita tak membawa turuk bintul saat lewat wilayah Jepara ini.
***